MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara menetapkan tujuh daerah dalam status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan.
Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Sumut Tuahta Ramajaya Saragih saat memberikan keterangannya, Jumat (25/7/2025).
Tuahta mengatakan, tujuh daerah status siaga darurat yakni Kabupaten Toba, Kabupaten Samosir, Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Humbang Hasundutan. Lalu, Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Tapanuli Utara.
Kemudian langkah penetapan siaga darurat ini merupakan arahan dari Gubernur Sumut Bobby Nasution, agar masalah kebakaran dan kekeringan bisa diatasi.
"Ini adalah bagian dari upaya kita menaikkan air permukaan. Langkah-langkah antisipasi, kita sudah mensiagakan petugas kita disana, untuk memadamkan api api yang muncul, juga mendistribusikan air bersih,"ucapnya.
Dia mengatakan, data BPBD Sumut mencatat sebanyak 80 kejadian kebakaran hutan di provinsi itu periode Januari-Juli 2025 yang tersebat di 21 kabupaten/kota.
"Dan ini juga sudah berlangsung cukup lama ya. Januari-Juli 2025 total kebakaran hutan dan lahan sebanyak 80 kejadian. Luas yang terdampak 1.804, 95 hektare," sambungnya.
Lebih lanjut, Tuahta menyebutkan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga puncak kemarau itu akan berlangsung pada bulan Juli ini sampai dengan akhir Agustus 2025.
"Jadi berdasarkan itu, dan fakta di lapangan juga itu memang, hampir benar terjadi ya, kekeringan dan kebakaran hutan. Apalagi memang saat ini sedang revalidasi geopark kaldera toba dari Unesco. Jadi ini juga bentuk komitmen pak gubernur dan 7 kepala daerah, untuk menjaga bahwa geopark ini tetap green card nanti," ungkapnya.
Karena itu, Tuahta berharap kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BMKG membuat hujan buatan di tujuh daerah yang rawan terjadi kebakaran tersebut.
"Ini hanya siaga darurat, selain memang kolaborasi dengan BMKG, BNBP soal pembuatan hujan, juga kita harap untuk menyiapkan stakeholder di kabupaten dan provinsi untuk masa kekeringan sampai dengan agustus nanti," ucapnya.(san/han)
Editor : Johan Panjaitan