MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Utara memastikan bahwa fenomena keruhnya air Danau Toba tidak memberikan dampak negatif terhadap sektor pariwisata di kawasan tersebut.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Disbudpar Sumut, Yuda Pratiwi Setiawan, saat dikonfirmasi Sumutpos.jawaps pada Kamis (31/7/2025).
"Sejauh ini tidak ada kendala di sektor pariwisata, dan tidak terlihat adanya pengurangan jumlah wisatawan. Angka kunjungan masih stabil, khususnya di kawasan Pangururan, Samosir. Kejadian air keruh tidak mengganggu titik-titik wisata maupun permukiman di sekitar Danau Toba," jelas Yuda.
Yuda menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Sumut untuk memantau kondisi air Danau Toba secara langsung.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas LHK Sumut, dan mereka telah melakukan pengecekan ke lokasi. Sementara ini, diduga penyebab keruhnya air adalah gelombang dan angin kencang yang terjadi beberapa waktu lalu," ujarnya.
Menurut Yuda, pihak Dinas LHK masih melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel air, dan hasilnya diperkirakan akan keluar dalam waktu dekat.
"Kemungkinan hasil pengecekan kualitas air baru akan diketahui minggu depan," tambahnya.
Dengan kondisi yang masih terkendali, Disbudpar Sumut berharap masyarakat dan wisatawan tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.(san/han)
Editor : Johan Panjaitan