SUMUT POS- Imigrasi Medan kini menyediakan Pekerja Migran Indonesia (PMI) lounge di Bandara Kualanamu. Ini untuk memberikan tingkat kepuasan masyarakat.
Kehadiran fasilitas ini memberikan ruang aman, nyaman, dan ramah bagi pekerja migran saat menunggu proses pendataan oleh BP2MI maupun pengurusan dokumen keimigrasian.
PMI Lounge tidak sekadar menjadi ruang tunggu, tetapi hadir sebagai tempat berkumpulnya cerita dan perasaan, di mana para pekerja migran kembali dengan membawa hasil kerja keras untuk keluarga sekaligus memberi kontribusi bagi perekonomian bangsa sebagai pahlawan devisa.
Kepala Kantor Imigrasi Medan, Uray Avian, menegaskan bahwa lounge ini adalah wujud keberlanjutan dari komitmen pelayanan yang humanis.
“Kami ingin setiap PMI merasakan kenyamanan yang sama seperti yang dirasakan oleh penumpang lainnya ketika kembali ke tanah air,” ujarnya.
Di dalam lounge, pekerja migran dapat menikmati sofa nyaman, pojok baca, layanan helpdesk, snack dan minuman gratis, hingga charging station. Petugas yang bertugas pun hadir dengan pendekatan edukatif dan ramah, memastikan setiap PMI memahami proses keimigrasian dengan lebih muda.
Harapan besar pun menyertai kehadiran lounge ini.
“Kami percaya, pelayanan yang baik akan memberi dampak besar bagi rasa percaya diri pekerja migran. Harapannya, fasilitas ini menjadi langkah awal bagi pelayanan keimigrasian yang semakin modern, berkelanjutan, dan selalu berpihak kepada kenyamanan masyarakat,” tegasnya.
Sambutan positif datang dari para PMI yang telah merasakan langsung kenyamanan lounge ini.
Siti Marlina (40), PMI asal Binjai yang baru pulang dari Malaysia, mengaku surprise dengan adanya fasilitas ruang layanan baru yg disediakan imigrasi medan.
“Biasanya menunggu di bandara itu melelahkan. Tapi di lounge ini saya bisa duduk nyaman, ada petugas yang ramah, bahkan bisa membaca buku. Rasanya negara benar-benar peduli,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Hal senada disampaikan Andi Saputra (32), PMI asal Langkat yang baru kembali dari Jepang.
“Setelah perjalanan panjang, bisa rehat di lounge ini sungguh melegakan. Ada teh hangat gratis, ada penjelasan dari petugas yang jelas. Saya merasa lebih tenang dan tidak kebingungan,” tuturnya.
Seiring dengan program 13 Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya poin ke-10 tentang pengembangan fasilitas ramah bagi pekerja migran, PMI Lounge di Bandara Kualanamu diharapkan menjadi contoh nyata layanan publik yang modern dan humanis.
Hal ini diharapkan menjadi pesan moral bahwa pekerja migran tidak berjalan sendiri. Negara hadir menyambut mereka dengan tangan terbuka, memberi kenyamanan, kepastian, dan rasa bangga. (rel/ram)
Editor : Juli Rambe