Sumutpos.jawapos.com-Dunia literasi Indonesia kembali mencatat sejarah baru. Yayasan Rumah Indonesia Menulis bersama SIP Publishing dan Duta Baca Indonesia berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) dengan kategori penulisan fiksi mini terbanyak.
Acara peluncuran buku sekaligus penyerahan piagam penghargaan Muri digelar di Jakarta pada 15 September. Acara yang turut dihadiri Deputi Perpustakaan Nasional RI Dr Adin Bondar MSi ini berlangsung dengan penuh antusias.
Penulis dari berbagai latar belakang mulai dari guru, dosen, pelajar, mahasiswa hingga masyarakat ikut berpartisipasi dalam menulis sepuluh ribu fiksi mini bersama Gol A Gong (duta baca Indonesia).
Naskah yang masuk sebanyak 5.308. Hasil kurasi yang lolos sebanyak 3.149 naskah. Dari 3.149 naskah hanya 200 naskah yang terbaik. Salah satunya adalah naskah dari Ida Mariani Pasaribu SSos MA.
Dosen yang juga ketua Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Studi USM Indonesia menulis fiksi berjudul: Terakhir di Halte Sudirman. Tulisan Ida Mariani Pasaribu SSos MA ini dimuat dalam buku Kumpulan Fiksi “RACUN”.
"Rekor ini menjadi tonggak penting perjalanan literasi Indonesia. Sekaligus bukti bahwa menulis adalah milik semua orang, tanpa batas usia, profesi maupun latar belakang," kata Ida Mariani Pasaribu SSos MA kepada Sumut Pos di Medan, Rabu (17/9).
Daftar penulis 200 besar pemecahan rekor Muri menulis fiksi mini lainnya antara lain adalah Friole Roem (Tolong Siram Mawar di Halaman), Gemindiy (Tidak Ada Lagi Tahun Depan), Gita Nur Febriani (Gaun Merah Dibalik Jendela), Hagutiroja (Mbak Nur) dan Halimah Shafira Ramadhani (Sumber Stresnya Ikut).
Rektor USM Indonesia Prof Dr Ivan Elisabeth Purba MKes mengapresiasi capaian prestasi Ida Mariani Pasaribu SSos MA yang ikut memecahkan rekor Muri. Ia terus mendorong para dosen dan mahasiswa untuk terus meraih prestasi dan memberi dampak yang baik bagi kemajuan masyarakat, bangsa dan negara. (dmp)
Editor : Johan Panjaitan