Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

APBD 2026 Kota Medan Dipastikan Sesuai Rencana Pembangunan Daerah, Anggaran Dinkes Rp1,25 Triliun dan Disdikbud Rp1,53 Triliun

Johan Panjaitan • Senin, 6 Oktober 2025 | 16:40 WIB

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Wali Kota Medan, Rico Waas, memastikan bahwa penyusunan R-APBD Kota Medan Tahun 2026 telah sesuai dengan rencana pembangunan daerah yang partisipatif dan berbasis data sehingga setiap program yang disusun sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Implementasi penyusunan Ranperda APBD Kota Medan Tahun 2026 sudah seusai dengan rencana pembangunan daerah," ucap Rico Waas saat membacakan tanggapannya terhadap Pandangan Fraksi-fraksi DPRD Kota Medan di sidang Paripurna DPRD Medan, Senin (6/10/2025).

Dikatakan Rico Waas pada Sidang Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Medan, Wong Chun Sen, para Wakil Ketua DPRD Kota Medan, sejumlah Anggota DPRD Kota Medan dan sejumlah Pimpinan OPD di lingkungan Pemko Medan itu, implementasi penyusunan APBD, dapat dijelaskan bahwa penyusunan anggaran telah sesuai dengan rencana pembangunan

"Dalam alokasi dan pendistribusian anggaran disusun secara adil dan proporsional berdasarkan prioritas pembangunan dan kemampuan fiskal daerah. Sementara fungsi stabilisasi diarahkan untuk menjaga keseimbangan fiskal dan kesinambungan program jangka panjang," ujarnya.

Diterangkan Rico Waas, Pemko Medan akan mengalokasikan anggaran yang cukup besar pada sejumlah OPD di lingkungan Pemko Medan agar pembangunan daerah benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.

"Jumlah alokasi belanja daerah dalam porsi besar kita berikan untuk bidang kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat, termasuk bantuan sosial dan penghapusan kemiskinan ekstrim," katanya.

Dijelaskan Rico Waas, APBD Kota Medan Tahun 2025 akan dialokasikan sebesar Rp1,25 Trilun untuk Dinas Kesehatan, Rp1,53 Triliun untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, dan Rp141,3 Miliar untuk Dinas Sosial Kota Medan.

"Belanja untuk Dinas Kesehatan sebesar Rp1,25 Triliun, untuk Dinas Kesehatan sebesar Rp1,53 Triliun, dan dan Dinas Sosial sebesar 141,3 Miliar. Masing-masing OPD tersebut dialokasikan anggaran untuk pengentasan kemiskinan dan bantuan sosial, bantuan iuran jaminan kesehatan hingga bantuan anak sekolah," jelasnya.

Rico Waas juga memastikan bahwa Pemko Medan akan berfokus pada langkah strategis dalam menekan angka pengangguran di Kota Medan. Kedepan, Pemko Medan akan kembali menganggarkan sejumlah APBD untuk menyiapkan informasi pasar kerja melalui kegiatan Job Fair hingga Sistem Informasi Terpadu Ketenagakerjaan (SiDuta).

"Juga akan terus dilakukan kerjasama dengan stakeholder antara lain dunia usaha, dunia industri, dan lembaga pendidikan tinggi bagi para pencari kerja. Kemudian penyiapan tenaga kerja melalui pelatihan-pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri," paparnya.

Rico Waas juga menerangkan bahwa Pemko Medan akan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Mengingat, peningkatan kualitas pelayanan publik merupakan prioritas utama Pemko Medan.

"Kita akan mengutamakan pelayanan yang cepat, akuntabel dan mudah diakses. Reformasi Birokrasi digital juga terus dilakukan untuk peningkatan pelayanan, khususnya dari peningkatan kompetensi ASN serta membangun pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat termasuk penguatan layanan dasar seperti kesehatan, pendidikan, perizinan serta layanan administrasi kependudukan," tuturnya.

Baca Juga: HUT DPLK Syariah Muamalat ke-28, Terus Ajak Masyarakat Investasi Persiapan Pensiun

Sementara untuk proyeksi capaian PAD Tahun 2025, Rico Waas mengakui bahwa kekuatan fiskal daerah memang sangat dipengaruhi oleh konsistensi dan kemampuan meningkatnya PAD setiap tahunnya. Kemudian, Rico Waas juga mengakui bahwa realisasi PAD Kota Medan beberapa tahun terakhir belum berjalan maksimal.

"Berdasarkan data realisasi PAD Kota Medan beberapa tahun terakhir, realisasi PAD Kota Medan memang belum maksimal. Namun memasuki tahun 2023 dan 2024, tren menunjukkan arah perubahan. Hal ini dipengaruhi oleh pulihnya aktivitas perekonomian. Kedepan, Pemko Medan akan terus berfokus pada peningkatan PAD Kota Medan," pungkasnya.
(map)

Editor : Johan Panjaitan
#pembangunan #data #APBD 2026 #Berbasis