Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ini Tanggapan Rico Waas Terkait Lonjakan Inflasi di Kota Medan

Johan Panjaitan • Selasa, 7 Oktober 2025 | 20:55 WIB

Wali Kota Medan, Rico Waas.  (Markus Pasaribu/Sumut Pos)
Wali Kota Medan, Rico Waas. (Markus Pasaribu/Sumut Pos)

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menanggapi perihal kondisi inflasi di Kota Medan yang meningkat cukup tajam. Rico Waas mengatakan, Pemerintah Kota (Pemko) Medan sudah langsung bergerak cepat dalam mengatasi inflasi yang terjadi.

"Kami sudah bicarakan langsung hal ini dengan Tim Pengendalian Inflasi, termasuk Bank Indonesia," ucap Rico Waas saat diwawancarai Sumut Pos, Selasa (7/10/2025).

Dikatakan Rico, berdasarkan komunikasi pihaknya dengan Bank Indonesia sebagai Tim Pengendali Inflasi nasional, Pemko Medan akan berfokus pada hal-hal yang paling penting terlebih dahulu, yakni pengendalian harga bahan-bahan makanan.

"Seperti pengendalian harga bahan makanan, ini yang utama kita sikapi. Prediksi kedepan itu akan ada inflasi di barang-barang apa dulu, disitu akan kita persiapkan agar nanti tahun-tahun kedepan itu ada perencanaan. Cuma kita bilang jangan sampai kita ini kagetan lagi terkait masalah inflasi, tapi justru kita harus rencanakan (prediksi) apa inflasi kedepan yang harus kita sikapi," ujar Rico.

Sebagai contoh, kata Rico Waas, harga cabai dalam beberapa waktu terakhir di Sumatera Utara, termasuk di Kota Medan terpantau melonjak tinggi sehingga menjadi salah satu komponen penyumbang inflasi di Kota Medan.

"Jadi yang akan kita lakukan bagaimana nanti kita siapkan cabai di tahun mendatang itu tidak hanya bergantung misalnya ke satu titik tertentu, jadi harus ada back-up plan nya sehingga harga cabai tetap terkontrol dan tidak terjadi inflasi yang begitu besar. Intinya kita lihat inflasi apa yang cenderung tinggi di Kota Medan yang kemudian akan kita lakukan langkah-langkah untuk mengendalikannya," katanya.

Ditegaskan Rico Waas, kedepan Pemko Medan melalui Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3), Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan, serta perangkat terkait di lingkungan Pemko Medan harus terus mengecek pergerakan inflasi yang terjadi di Kota Medan.

"Khususnya dari Year on Year (YoY), termasuk data dari bulan ke bulan, itu harus kita lihat terus bagaimana inflasinya. Jadi prediksi kedepannya harus ada, kan Kota Medan bukan baru dibangun tahun ini, sebenarnya ini kan sudah berjalan bertahun-tahun dan ini tinggal kita lihat laporan sebelumnya apa yang terjadi sehingga inflasi bisa meningkat, disitu lah kita persiapkan penanganannya," ungkapnya.

Terkait penanganan peningkatan inflasi yang terjadi di Kota Medan, Rico Waas pun mengaku bersyukur atas respon aktif Bank Indonesia.

"Alhamdulillah, Bank Indonesia siap membantu Pemko Medan untuk mengendalikan inflasi yang terjadi," pungkasnya.

Seperti diketahui, Sumatera Utara ditetapkan sebagai provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi di Indonesia. Hal itu diketahui berdasarkan Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang dipimpin oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, pada Senin (6/10/2025).

Dalam rapat pengendalian inflasi daerah itu, Tomsi menampilkan data provinsi dengan inflasi tertinggi diantaranya Sumatera Utara (5,32 persen), Riau (5,08 persen), dan Aceh (4,45 persen). Kenaikan inflasi itu pun disebut berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.

Selain Provinsi Sumatera Utara, inflasi di Kota Medan juga tercatat sebagai salah satu dari 10 kota dengan inflasi tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 4,4 persen secara YoY. Angka ini jelas melampaui rentang target pemerintah, yakni 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Dalam kesempatan tersebut, Tomsi Tohir meminta jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) untuk bekerja keras. Ia menyarankan Pemda belajar dari daerah lain yang inflasinya lebih terkendali, rutin mengecek perkembangan harga di lapangan, dan melakukan evaluasi program.

​"Berbuat yang terbaik supaya barang-barang, terutama yang kita konsumsi sehari-hari itu terjangkau dan tidak mengalami kenaikan yang tinggi,” pesan Tomsi Tohir.
(map/han)

Editor : Johan Panjaitan
#Pemko #bahan makanan #pengendalian harga #inflasi