Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Milad ke-4 Ayah Yatim Indonesia: Perluas Manfaat, Inspirasi untuk Umat

Johan Panjaitan • Kamis, 6 November 2025 | 09:25 WIB
Yayasan Ayah Yatim Indonesia (AYI) memberikan penghargaan kepada guru terbaik. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
Yayasan Ayah Yatim Indonesia (AYI) memberikan penghargaan kepada guru terbaik. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com-Yayasan Ayah Yatim Indonesia (AYI), organisasi kemanusiaan yang fokus pada pemberdayaan anak yatim dan dhuafa, sukses menggelar puncak peringatan milad ke-4 pada Rabu (5/11/2025) di Masjid Al-Jihad, Medan Baru.

Acara ini merupakan momentum refleksi dan komitmen AYI dalam memperluas manfaat serta menginspirasi umat di usia yang masih muda. Dengan mengusung tema “Memperluas Manfaat, Menginspirasi Ummat”, perayaan milad ini dihadiri Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerjasama (AAKK) UINSU, Dr. Tohar Bayoangin, M.Ag., yang hadir mewakili Rektor UINSU, serta Dekan FEBI UINSU, Prof. Dr. H. Syukri Albani Nst, MA.

Selain itu, ratusan tamu undangan turut memeriahkan acara, mulai dari anak yatim dan dhuafa binaan AYI, para donatur, relawan, hingga masyarakat umum.

Rangkaian kegiatan berjalan meriah namun penuh khidmat, diawali dengan pemberian paket sembako bagi anak yatim dan dhuafa binaan AYI, penghargaan bagi yatim juara Tahfizh Quran Juz 30 dan Juara Bahasa Arab, serta penyerahan reward untuk guru terbaik AYI.

Acara juga dirangkaikan dengan pembukaan Yatim Excellence Entrepreneur School (YEES) Angkatan Ketiga, ditutup dengan ceramah penuh makna oleh Ustadz Prof. Dr. H. Syukri Albani Nst, MA.

Dekan FEBI UINSU, Prof. Syukri Albani secara resmi membuka YEES Angkatan Ketiga. Suasana haru dan bahagia tampak dari wajah para mahasiswa YEES serta anak-anak yatim binaan yang menerima bantuan dan penghargaan. Para tamu undangan juga terlihat akrab, menjalin silaturahmi dalam suasana kekeluargaan.

Dalam sambutannya, Founder AYI, Ust. H. Rizkil Asri, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas perjalanan AYI selama empat tahun.

“Empat tahun adalah usia yang masih muda. Kami sangat membutuhkan dukungan masyarakat agar AYI bisa terus berkarya, memperluas manfaat, dan menjadi inspirasi bagi umat. Melalui kegiatan seperti Musabaqah Hifzhil Qur’an, lomba Bahasa Arab, dan pembukaan YEES, kami ingin mendorong anak-anak asuh kami agar tidak hanya cerdas duniawi, tetapi juga berakhlak Qur’ani dan memiliki mindset entrepreneurship yang Robbani,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Biro AAKK UINSU, Dr. Tohar Bayoangin, menekankan bahwa upaya menyejahterakan anak yatim merupakan tugas mulia yang memerlukan keikhlasan dan keteguhan hati.

“Mensejahterakan kehidupan yatim adalah tugas mulia dan berat. Tidak semua orang mampu melakukannya, maka kita harus kuat,” tegasnya.

Perwakilan donatur, Eddy Syahputra Siregar, M.AP., juga menyampaikan apresiasinya.

“Kami bersyukur karena relawan AYI terus mengingatkan kami untuk istiqomah berbagi. Teruslah berdakwah dan mengajak masyarakat menyisihkan sebagian rezeki demi kemaslahatan umat, khususnya anak-anak yatim,” katanya.

Sementara itu, dalam ceramahnya, Ustadz Prof. Syukri Albani mengingatkan pentingnya kasih sayang terhadap anak yatim.

“Nabi Muhammad SAW adalah seorang yatim. Maka untuk menumbuhkan kepedulian, posisikan diri kita seolah menjadi anak yatim yang serba kekurangan. Dari sana akan tumbuh empati dan semangat untuk membantu,” tuturnya.

Melalui momentum milad ke-4 ini, Ayah Yatim Indonesia berharap dapat terus menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap pemberdayaan anak yatim di seluruh Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.

Dukungan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan generasi yatim yang mandiri, cerdas, dan berakhlak mulia.
Selama empat tahun perjalanan, AYI telah menghasilkan banyak karya untuk kemandirian yatim dan dhuafa. Semua ini, seperti disampaikan pihak yayasan, merupakan karunia Allah SWT melalui wasilah para dermawan yang istiqomah berbagi, berinfak, dan bersedekah bersama Ayah Yatim Indonesia.(rel/han)

 

Editor : Johan Panjaitan
#yatim #milad #masjid al-jihad #AYI #Dhuafa #pemberdayaan