MEDAN, SUMUT POS- Kawasan Pajak Pekong di Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan terbakar pada Rabu (18/2/2026) pagi. Peristiwa tersebut menghanguskan bangunan pasar (pajak) serta puluhan rumah warga yang berada di sekitarnya.
Api pertama kali terlihat membesar dari salah satu bangunan ruko di area pajak pada pagi hari. Dalam waktu singkat, kobaran api merembet ke bangunan lain yang berdempetan. Material bangunan yang didominasi kayu serta jarak antar bangunan yang sangat rapat membuat api dengan cepat meluas dan sulit dikendalikan.
Warga yang panik berusaha menyelamatkan barang-barang berharga seadanya. Namun, besarnya kobaran api membuat sebagian besar bangunan tidak dapat diselamatkan.
“Saya melihat api sudah besar dari bagian tengah pajak. Dalam hitungan menit langsung merembet ke rumah-rumah di sampingnya. Kami hanya sempat menyelamatkan beberapa barang saja,” ujar Rahmat (45), salah seorang warga yang berada di lokasi saat kejadian.
Camat Medan Labuhan, Khairun Nasyir Tambusai, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia mengatakan api berasal dari salah satu bangunan ruko dan dengan cepat membesar sebelum akhirnya menjalar ke bangunan lain.
“Benar, kebakaran terjadi di Pajak Pekong. Informasi awal, api berasal dari salah satu bangunan rumah toko (ruko) dan kemudian membesar,” ujar Khairun saat ditemui di lokasi kejadian.
Ia menyebutkan, berdasarkan pendataan sementara, sedikitnya 10 bangunan rumah di kawasan Kota Tua Pajak Pekong terdampak langsung oleh kebakaran tersebut. Namun, jumlah tersebut masih bisa bertambah seiring proses pendataan yang terus dilakukan.
“Untuk sementara, ada sekitar 10 bangunan rumah di kawasan Kota Tua Pajak Pekong yang terdampak. Saat ini petugas masih melakukan pendinginan di lokasi,” jelasnya.
Khairun juga mengungkapkan banyak pedagang yang tidak sempat menyelamatkan barang dagangan maupun harta benda mereka karena api menyebar begitu cepat.
“Memang banyak barang yang tidak dapat terselamatkan dari salah satu titik lokasi api. Kondisinya cukup parah karena bangunan saling berdempetan,” ucapnya.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Medan yang menerima laporan langsung mengerahkan sejumlah unit mobil pemadam ke lokasi. Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena akses jalan yang sempit serta padatnya bangunan di sekitar titik kebakaran.
Sementara itu, warga yang rumahnya terdampak terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Sebagian lainnya mendirikan tenda darurat di sekitar lokasi kejadian. Diketahui, beberapa warga yang terdampak kebakaran sebelumnya juga merupakan keluarga yang sempat mengungsi akibat banjir.
“Untuk relokasi sementara, masyarakat yang bermukim di sini tinggal di rumah keluarga terdekat. Pemerintah kecamatan akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut,” tambah Khairun.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Pemerintah setempat diharapkan segera memberikan bantuan bagi para korban yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian akibat musibah tersebut. (san/ram)
Editor : Juli Rambe