Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dekat Tanpa Jarak: Zakiyuddin Harahap dan Ambisi Besar Membangun Medan

Johan Panjaitan • Senin, 23 Februari 2026 | 12:00 WIB

 Wakil Wali Kota Medan, Zakiyudin Harahap. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
Wakil Wali Kota Medan, Zakiyudin Harahap. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com– Jabatan Wakil Wali Kota Medan periode 2025–2030 adalah posisi strategis. Namun bagi Zakiyuddin Harahap—atau akrab disapa Bang Zaki—kursi orang nomor dua di Kota Medan bukanlah panggung untuk menciptakan jarak, melainkan ruang untuk memperluas jangkauan pelayanan.

Mendampingi Rico Waas, Zaki tampil dengan gaya yang relatif bersahaja. Dalam sejumlah pertemuan informal bersama awak media, ia tetap komunikatif, terbuka, dan tanpa sekat protokoler yang kaku.

“Satu keinginan saya hanya ingin menciptakan kinerja terbaik untuk seluruh warga Kota Medan,” ujarnya lugas.

Pernyataan itu menjadi garis besar orientasi kepemimpinannya: sederhana dalam diksi, tetapi ambisius dalam target.

Tiga Fondasi: Pangan, Pendidikan, Pekerjaan

Sejak awal masa jabatan, Zaki menempatkan sektor fundamental sebagai prioritas. Stabilitas pangan menjadi perhatian utama, terutama menjelang Ramadan. Ia aktif mengawal pelaksanaan pasar murah agar masyarakat memperoleh bahan pokok berkualitas dengan harga terjangkau—langkah yang menyentuh kebutuhan paling dasar: perut kenyang.

Di sektor pendidikan dan kesehatan, ia mendorong peningkatan standar layanan publik sebagai investasi jangka panjang kualitas hidup warga. Baginya, kota yang maju tak hanya diukur dari infrastruktur, melainkan dari mutu sumber daya manusianya.

Sementara itu, isu lapangan kerja digarap melalui pendekatan kolaboratif. Zaki membuka ruang dialog dengan sektor swasta guna memperluas peluang kerja dan menekan angka pengangguran. Ia memahami, stabilitas sosial sangat ditentukan oleh produktivitas ekonomi.

Dari Tapai Ubi ke Panggung Global

Komitmen pembangunan yang diusungnya tidak berhenti pada wacana. Pada November 2025, Zaki membawa Medan tampil dalam verifikasi SDGs Action Award dengan inovasi bertajuk “Transformasi Tapai Ubi”.

Di balik nama yang terdengar sederhana, program tersebut memuat gagasan besar: mengangkat kearifan lokal sebagai motor ekonomi berkelanjutan. Tapai ubi—produk tradisional—dikemas ulang dengan pendekatan modern untuk memperkuat posisi UMKM Medan dalam kerangka Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Inovasi ini menjadi simbol bahwa pembangunan tidak selalu harus lahir dari sesuatu yang baru; terkadang, ia berakar dari tradisi yang diberi sentuhan visi.

Di luar balai kota, Zaki juga aktif sebagai Ketua PASI Medan. Perannya di organisasi atletik itu bukan sekadar simbolis. Ia membawa misi pembinaan serius demi menghidupkan kembali tradisi prestasi atletik di kota ini.

Fokusnya jelas: menjaring bibit muda berbakat dan memastikan sistem pembinaan berjalan konsisten. Baginya, olahraga bukan hanya soal medali, melainkan pembentukan karakter dan kebanggaan daerah.

“Jabatan bisa berganti, tapi kepedulian terhadap warga harus tetap abadi,” demikian prinsip yang kerap ia gaungkan.

Melalui kombinasi pendekatan progresif dan sikap membumi, Zakiyuddin Harahap tampak ingin menegaskan satu hal: kepemimpinan bukan soal seberapa tinggi posisi yang diduduki, melainkan seberapa luas tangan yang mampu merangkul. Di tengah dinamika dan kompleksitas Kota Medan, ia memilih tetap dekat—tanpa kehilangan arah besar pembangunan.(mag-12/han)

Editor : Johan Panjaitan
#kota medan #wakil wali kota medan #pelayanan #strategis #Zakiyuddin harahap