MEDAN, SUMUT POS- Masyarakat yang tergabung dalam 'Kombat Restorasi Indonesia' justru menegaskan dukungannya terhadap kepemimpinan Wali Kota Medan, Rico Waas dan Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap. Dukungan ini muncul di tengah maraknya desakan mundur kepada wali kota, Rico Tri Putra Bayu Waas.
Dukungan itu disampaikan massa Kombat Restorasi Indonesia saat menggelar aksi di depan kantor Wali Kota Medan, Jalan Kapten Maulana Lubis, Selasa (24/2/2026) siang.
"Pada momentum satu tahun kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Bang Rico Waas dan Bang Zaki, kami menyatakan dukungan penuh terhadap langkah dan kebijakan beliau mengukuhkan fondasi dalam mewujudkan tata pemerintahan yang bersih, bebas mahar jabatan, berintegrasi, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi serta pungli di lingkungan Pemko Medan," ucap massa aksi.
Menurut massa Kombat Restorasi Indonesia, dalam satu tahun kepemimpinannya, Rico Waas dan Zakiyuddin Harahap telah menunjukkan keberaniannya melawan sistem bobrok yang ada di Pemko Medan.
"Saat ini rakyat Kota Medan mulai melihat tanda-tanda kebangkitan moral pemerintahan yang berpihak pada kejujuran dan menolak tunduk pada permainan kotor segelintir pejabat culas," ujarnya.
Diungkapkan massa aksi, ada 4 poin yang menjadi dasar dukungan Kombat Restorasi Indonesia kepada kepemimpinan Rico Waas - Zakiyuddin Harahap. Pertama, tidak memberi ruang bagi pejabat jahat, culas dan curang di Pemko Medan.
"Kedua, Rico Waas tidak gentar menolak segala bentuk pemalsuan kehendak dari oknum bandit rakus, mafia jabatan dan proyek," katanya.
Ketiga, mendukung langkah nyata menciptakan pemerintahan bersih tanpa korupsi dan pungli. Hal ini menjadi tonggak perubahan yang diharapkan rakyat Kota Medan.
"Bang Rico berjuang bukan sekadar mengatur kota, tetapi memperjuangkan revolusi moral birokrasi," tuturnya.
Keempat, memberikan apresiasi atas sikap tegas Wali Kota Medan yang menolak 'mahar jabatan' dan praktik jual beli posisi. Ini membuktikan bahwa pemerintahan Rico - Zaki berjalan dengan transparansi dan prinsip meritokrasi.
Langkah ini dinilai bukan hanya menyelamatkan integritas birokrasi, tetapi juga membuka jalan bagi aparatur pemerintahan yang benar-benar bekerja karena kemampuan.
Massa Kombat Restorasi Indonesia juga meminta kepada oknum-oknum 'Bandit Proyek' agar tidak mengadudomba warga demi kepentingan pribadi ataupun kelompok.
"Warga Kota Medan juga jangan mau diadu domba. Bagi siapapun yang menyerang pribadi Wali Kota Medan karena kepentingan pribadi dan titipan proyek kalian ditolak, kami siap berdiri di depan untuk melawannya," tutupnya. (map/ram)
Editor : Juli Rambe