MEDAN, Sumutpos.jawapos.com– Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumatera Utara, Musa Rajekshah, menyoroti sejumlah persoalan sosial yang dinilai semakin mengkhawatirkan di tengah masyarakat. Mulai dari keterbatasan lapangan pekerjaan, maraknya peredaran narkoba, hingga fenomena judi online dan geng motor menjadi perhatian serius yang disampaikannya dalam forum silaturahmi bersama Djamari Chaniago selaku Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI.
Pertemuan tersebut berlangsung di Kodam I/Bukit Barisan pada Minggu (15/3/2026), dan dihadiri sejumlah tokoh pemerintahan, aparat keamanan, serta unsur masyarakat.
Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Ijeck tersebut menegaskan bahwa persoalan ekonomi, terutama keterbatasan lapangan kerja, kerap menjadi pemicu munculnya berbagai masalah sosial di tengah masyarakat.
Baca Juga: Imigrasi Sumut Salurkan 5.000 Paket Ramadan untuk Warga
“Tidak ada seorang anak manusia pun yang lahir dengan cita-cita menjadi preman. Semua pasti ingin sukses. Namun ketika dihadapkan pada tekanan ekonomi dan kebutuhan hidup, sebagian orang akhirnya terjerumus melakukan hal-hal yang justru mengganggu stabilitas keamanan,” ujarnya.
Dorong Pemerintah Perluas Lapangan Kerja
Sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dari daerah pemilihan Sumatera Utara I, Ijeck berharap pemerintah dapat terus memperluas peluang kerja agar persoalan sosial yang berkembang di masyarakat dapat ditekan secara bertahap.
Menurutnya, dengan meningkatnya kesempatan kerja, potensi munculnya tindakan kriminalitas maupun aktivitas negatif lainnya dapat diminimalisir.
Selain masalah ekonomi, Ijeck juga menyoroti meningkatnya penyalahgunaan narkoba yang dinilai semakin meresahkan. Ia menilai peredaran narkoba kini kerap berkaitan dengan berbagai persoalan lain, seperti judi online hingga pinjaman online yang pada akhirnya menimbulkan tekanan sosial bagi masyarakat.
“Narkoba ini sering berkaitan dengan judi online dan pinjaman online. Akhirnya banyak yang mengalami tekanan, stres, bahkan nekat melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” katanya.
Tegas terhadap Anggota Terlibat Narkoba
Ijeck juga menyinggung fenomena geng motor yang belakangan marak di berbagai daerah. Ia menilai persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya oleh aparat penegak hukum, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Sebagai organisasi kemasyarakatan, ia menegaskan bahwa Pemuda Pancasila tidak akan memberikan toleransi terhadap anggotanya yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
Baca Juga: Rutan Sidikalang Perketat Pengawasan, Razia Gabungan Sasar Barang Terlarang di Sel Warga Binaan
“Kalau ada anggota yang terlibat narkoba, tidak ada maaf dan tidak ada pembelaan. Kami sendiri yang akan menindak,” tegasnya.
Menko Polkam Tekankan Kekompakan Forkopimda
Sementara itu, Djamari Chaniago dalam arahannya menekankan pentingnya kekompakan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam menjaga stabilitas wilayah dan memastikan program pemerintahan berjalan efektif.
Menurutnya, tujuan utama dari seluruh kebijakan pemerintah adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semua pekerjaan kita ujungnya adalah menyejahterakan rakyat. Jika Forkopimda tidak kompak, mustahil pemerintah daerah dapat menjalankan program-programnya dengan baik,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para pemimpin daerah agar mengesampingkan kepentingan pribadi dan lebih fokus pada pengabdian kepada masyarakat.
Selain itu, Djamari memastikan bahwa ketersediaan energi nasional, khususnya bahan bakar minyak (BBM), saat ini berada dalam kondisi aman dengan cadangan yang melebihi batas minimal. Pemerintah, lanjutnya, juga terus mengembangkan energi alternatif guna memperkuat ketahanan energi nasional.
Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Rico Tri Putra Bayu Waas selaku Wali Kota Medan, Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya, Pangdam I/Bukit Barisan Hendy Antariksa, Kapolda Sumut Whisnu Hermawan Februanto, Kajati Sumut Harli Siregar, serta tokoh adat, tokoh agama, pengusaha, dan perwakilan organisasi masyarakat lainnya.(rel/han)
Editor : Johan Panjaitan