DELI SERDANG, Sumutpos.jawapos.com-Menjelang detik-detik Hari Raya Idulfitri, kawasan Pasar 3 Tembung berubah menjadi pusat kepadatan ekstrem. Arus lalu lintas di kawasan ini nyaris lumpuh total sejak pagi hingga siang hari akibat membludaknya warga yang berburu kebutuhan Lebaran.
Antrean kendaraan mengular panjang dari simpang Pasar 3 hingga arah Denai–Jermal. Sepeda motor dan mobil terjebak dalam kemacetan yang nyaris tidak bergerak, menciptakan salah satu titik macet terparah di wilayah Deli Serdang pada H-1 Lebaran.
Lonjakan aktivitas ini dipicu oleh kombinasi berbagai faktor. Bahu jalan dipenuhi parkir berlapis kendaraan pengunjung yang tak tertampung, sementara pedagang musiman—mulai dari penjual bunga rampai, kulit ketupat hingga bumbu dapur—meluber hingga memakan badan jalan. Di saat bersamaan, volume kendaraan meningkat drastis seiring kedatangan warga dari luar daerah yang memburu kebutuhan dapur segar.
Suasana di lapangan terasa riuh dan padat. Klakson kendaraan bersahut-sahutan, bercampur dengan teriakan pedagang yang menawarkan dagangan. Meski terik matahari menyengat, antusiasme warga tak surut. Harga bahan pokok seperti daging sapi dan ayam yang melonjak tetap diburu demi menyajikan hidangan istimewa di hari kemenangan.
“Sudah biasa tiap mau Lebaran macet, tapi sekarang lebih parah. Dari simpang ke sini saja hampir satu jam, padahal biasanya lima menit,” keluh Ridwan, pengendara yang terjebak kemacetan.
Situasi semakin diperparah dengan belum terlihatnya kehadiran petugas dari kepolisian maupun dinas perhubungan di lokasi. Sementara itu, arus kendaraan terus bertambah, membuat laju lalu lintas semakin tersendat.
Baca Juga: AFC Bournemouth vs Manchester United: Ujian Konsistensi demi Amankan Tiga Besar
Bagi masyarakat yang hendak melintas, disarankan untuk mencari jalur alternatif seperti melalui Jalan Kamboja atau tembusan ke arah Batang Kuis. Jika harus menuju pasar, waktu subuh menjadi pilihan paling aman untuk menghindari puncak kepadatan.
Di tengah euforia menyambut Lebaran, kondisi ini menjadi pengingat pentingnya manajemen lalu lintas yang lebih sigap—agar tradisi belanja jelang hari raya tidak berubah menjadi titik lumpuh yang merugikan banyak pihak.(mag-12/han)
Editor : Johan Panjaitan