Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Ketua DPD RI dan Tun DR H Rahmat Shah Hadiri Halal Bihalal Akbar Masyarakat Melayu Indonesia

Johan Panjaitan • Selasa, 14 April 2026 | 15:30 WIB
KOMPAK: Sultan Baktiar Najamudin (3 kanan) didampingi Tun DR H Rahmat Shah bersama tokoh Masyarakat Melayu Indonesia, Ahad (12/4). (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)
KOMPAK: Sultan Baktiar Najamudin (3 kanan) didampingi Tun DR H Rahmat Shah bersama tokoh Masyarakat Melayu Indonesia, Ahad (12/4). (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)

 

Sumutpos.jawapos.com-Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Sultan Baktiar Najamudin menghadiri Halal Bihalal Akbar Masyarakat Melayu Indonesia di Hotel Grand Mercure Medan, Ahad (12/4). Kegiatan ini digelar secara bersama oleh Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI), Ikatan Sarjana Melayu Indonesia (ISMI) dan Gerakan Angkatan Muda Melayu Indonesia (GAMI).

Halal bihalal mengambil tema 'Melalui Semangat Idul Fitri, Kita Rajut Persaudaraan Indonesia dalam Bingkai Keberagaman. Hadir dalam kegiatan ini para tokoh Melayu diantaranya Tun DR H Rahmat Shah (ketua pembina PB ISMI), Prof. Dr. OK Saidin, M.Hum (ketua umum PB MABMI), Nizhamul S.E, M.M (ketua umum PB ISMI) H. Muhammad Subandi, ST., MM (ketua umum PB GAMI) dan Dr. H. Milhan Yusuf, M.A (ketua panitia).

Hadir juga Wakil Gubsu H Surya, anggota DPD RI dari Sumut dan Kepri, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus bersama Forkopimda Sumut, pimpinan perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Baca Juga: Praperadilan Dikabulkan: Status Tersangka Erwinus Laia Gugur, Kejari Nisel Siapkan Langkah Lanjutan

Ketua DPD RI menegaskan bahwa dari silaturahim menuju kekuatan kawasan, menyatukan Sumatera dalam poros pembangunan nasional. Bagi masyarakat Melayu, katanya, halal bihalal bukan sekadar tradisi seremonial. 

Halal bihalal adalah ruang menjernihkan hati, merajut kembali silaturahmi dan meneguhkan persaudaraan. Dalam budaya kita, ada ungkapan: yang keruh kita jernihkan, yang kusut kita luruskan. Disitulah letak kekuatan Melayu-bukan hanya pada adatnya, tetapi pada kemampuannya menjaga harmoni.

Kegiatan ini sesungguhnya memiliki makna yang lebih dalam. Ini bukan hanya pertemuan budaya, tetapi juga ruang konsolidasi nilai, identitas dan arah masa depan masyarakat Melayu dalam bingkai Indonesia.

Momentum halal bihalal ini seharusnya tidak berhenti pada silaturahim namun harus menjadi titik 
awal untuk memperkuat sinergi. Kita ingin melihat: budaya menjadi kekuatan ekonomi, adat menjadi fondasi pembangunan dan persaudaraan menjadi energi kolektif.

Baca Juga: Timsel KPID Sumut Resmi Umumkan Proses Seleksi, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

"Karena dalam dunia yang semakin kompetitif, yang bertahan bukan yang paling besar, tetapi yang paling terhubung dan paling solid. Mari kita rawat persaudaraan ini, kita kuatkan sinergi," ujar Sultan Baktiar Najamudin.

Wakil Gubernur Sumut H. Surya mengemukakan bahwa momentum Idul Fitri mengajarkan untuk kembali kepada kesucian hati dan mempererat tali silaturahim. Halal bihalal bukan hanya tradisi, tetapi juga ruang untuk menyatukan langkah dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Tun DR H Rahmat Shah dan Prof. Dr. OK Saidin, M.Hum turut menyampaikan sambutan dan motivasi untuk kemajuan masyarakat Melayu Indonesia. Dalam kesempatan ini juga dibacakan maklumat masyarakat Melayu Indonesia untuk dapat ditindaklanjuti pemerintah. (dmp)

Editor : Johan Panjaitan
#masyarakat melayu #halal bihalal #Rahmat Shah #dpd ri