Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

USU dan Unimed Perketat UTBK-SNBT 2026, Anomali Peserta Jadi Sorotan

Johan Panjaitan • Rabu, 22 April 2026 | 09:40 WIB
PANTAU UTBK: Wakil Ketua I Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB 2026 Prof Muryanto Amin yang juga Rektor USU bersama Rektor Unimed Prof Dr Baharuddin saat meninjau UTBK SNBT 2026 di lingkungan Kampus Unimed, Selasa (21/4). USU dan Unimed melakukan pengawasan ketat sejak hari pertama guna menjamin integritas seleksi dan mengantisipasi kecurangan sistematis. (ISTIMEWA/SUMUT POS)
PANTAU UTBK: Wakil Ketua I Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB 2026 Prof Muryanto Amin yang juga Rektor USU bersama Rektor Unimed Prof Dr Baharuddin saat meninjau UTBK SNBT 2026 di lingkungan Kampus Unimed, Selasa (21/4). USU dan Unimed melakukan pengawasan ketat sejak hari pertama guna menjamin integritas seleksi dan mengantisipasi kecurangan sistematis. (ISTIMEWA/SUMUT POS)

 

Sumutpos.jawapos.com-Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 resmi bergulir. Di Sumatera Utara, dua kampus besar, Universitas Sumatera Utara dan Universitas Negeri Medan, Selasa (21/4),  memilih langkah tegas: memperketat pengawasan sejak hari pertama demi menjaga integritas seleksi.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Pengalaman tahun sebelumnya, terutama terkait praktik perjokian, menjadi peringatan serius. Tahun ini, perhatian difokuskan pada deteksi dini data peserta yang dinilai tidak wajar.

 Di jajaran Wakil Rektor dan panitia, Prof Muryanto melakukan inspeksi mendadak secara acak ke sejumlah lokasi, termasuk Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi serta Fakultas Kedokteran Gigi. Fokus utama pemantauan kali ini adalah memvalidasi data peserta yang dianggap tidak wajar atau anomali.

Baca Juga: Unika Santo Thomas Raih Gold Winner Universitas Pendamping Karir Dosen Kategori Guru Besar

Prof Muryanto Amin yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Tim Penanggung Jawab Panitia SNPMB 2026, menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam seluruh proses seleksi. “Kami melakukan peninjauan secara acak karena ada data-data anomali yang perlu kita konfirmasi untuk memastikan tidak terjadi kecurangan seperti tahun lalu, yaitu kasus perjokian. Jadi kita mengecek indikasi-indikasi tersebut," katanya di depan sejumlah awak media yang meliput pelaksanaan UTBK.

"Anomalinya tadi dari data yang ada, peserta itu domisilinya dari luar Medan. Ada yang dari Jakarta, Palembang dan kota-kota lainnya, tapi kenapa memilih ujiannya malah di sini. Kita mau memastikan itu,” imbuhnya.

Disampaikan Rektor Mury, pelaksanaan UTBK-SNBT USU 2026 berlangsung selama 10 hari, yang dimulai dari tanggal 21 hingga 30 April 2026, dengan dua sesi ujian setiap harinya, yakni sesi pagi pukul 06.45–10.30 WIB dan sesi siang pukul 13.00–16.45 WIB. Secara keseluruhan, terdapat 19 sesi ujian di Medan (kampus USU dan mitra), 19 sesi di Nias-Teluk Dalam, serta 20 sesi di Nias-Gunungsitoli.

“Tahun ini, jumlah peserta UTBK-SNBT di USU mencapai 36.771 orang, yang mengikuti ujian di tiga wilayah utama, yakni Medan, Nias-Gunungsitoli, dan Nias-Teluk Dalam. USU menyediakan kuota daya tampung SNBT 2026 sebanyak 3.008 kursi, yang terdiri dari 2.534 untuk program sarjana, 274 untuk sarjana terapan, dan 200 untuk program diploma,” imbuhnya.

Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan UTBK, USU telah menyiapkan 92 ruang ujian. Di kampus utama USU Medan, tersedia 16 lokasi dengan total 73 ruang ujian. Sementara itu, untuk lokasi mitra USU meliputi SMAN 1 Medan (5 ruang), Universitas Sari Mutiara (6 ruang), dan Universitas Medan Area Kampus 2 (4 ruang). Di wilayah Nias, masing-masing disediakan 2 ruang ujian di Gunungsitoli dan 2 ruang di Teluk Dalam.

Baca Juga: Ruqyah ‘Rasa Remix’ dari Thailand Viral, Pasien Malah Ikut Tertawa

USU juga memastikan pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 yang inklusif dengan memfasilitasi peserta disabilitas. “Di dalam pelaksanaan UTBK ini ada kebutuhan khusus yang kita fasilitasi, seperti peserta disabilitas, agar mereka punya kesempatan yang sama dengan peserta yang lain. Terdapat 2 peserta tuna netra, 3 peserta tuna daksa, 2 peserta tuna rungu, serta 1 peserta tuna wicara yang mengikuti ujian di lokasi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan mereka,” terang Prof Muryanto.

Sebanyak 127 pengawas diterjunkan pada setiap sesi untuk menjaga ketertiban dan integritas ujian. Hasil seleksi SNBT akan diumumkan pada 25 Mei 2026, sementara sertifikat UTBK dapat diunduh mulai 2 Juni hingga 31 Juli 2026. Melalui peninjauan langsung ini, Rektor USU berharap seluruh rangkaian UTBK-SNBT 2026 dapat berlangsung lancar, transparan, dan berintegritas, serta memberi kesempatan yang adil bagi setiap peserta untuk meraih masa depan melalui pendidikan tinggi.

 Prodi PGSD Unimed Paling Diminati

Di tempat terpisah, Rektor Unimed Prof Dr Baharuddin ST MPd meninjau pelaksanaan ujian di Pusat UTBK Unimed yang tersebar di 14 lokasi. Sebanyak 17.627 peserta dijadwalkan mengikuti ujian di Unimed hingga 30 April mendatang.

"Pelaksanaan didukung oleh 1.164 personel, mulai dari pengawas hingga teknisi. Kami juga bekerja sama dengan mitra seperti UMSU, UMA, dan beberapa sekolah menengah untuk memastikan kapasitas ruang tercukupi," jelas Prof Baharuddin.

Untuk menampung belasan ribu peserta, Unimed bekerja sama dengan sejumlah instansi mitra. Dari 14 lokasi ujian, 10 titik berada di lingkungan internal Unimed, sementara empat lokasi lainnya menggandeng Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universitas Medan Area (UMA), SMAN 7 Medan, dan SMKN 1 Percut Sei Tuan.

Kelancaran operasional didukung oleh 1.164 personel yang terdiri dari pengawas, admin server, hingga teknisi. Tenaga pengawas melibatkan kolaborasi lintas institusi antara dosen dan tenaga kependidikan Unimed serta guru dari sekolah mitra.

Baca Juga: Hari Kartini di STIKes Mitra Husada Medan: Jalin Kerja Sama dengan BKKBN Provsu dan Seminar

Tahun ini, antusiasme calon mahasiswa menuju Unimed tetap tinggi. Tercatat sebanyak 20.667 peminat unik memilih minimal satu program studi di Unimed, dengan total keseluruhan pendaftar mencapai 25.898 orang.

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tercatat sebagai prodi paling diminati dengan 1.081 peminat untuk kuota 288 kursi. Diikuti oleh Manajemen dan Gizi di posisi tiga besar. Menariknya, prodi Kedokteran menunjukkan persaingan paling sengit dengan hanya menyediakan 23 kursi bagi 361 pelamar.

Unimed mengalokasikan kuota sebesar 50 persen dari total daya tampung mahasiswa baru 2026 melalui jalur SNBT. Sebanyak 6.264 calon mahasiswa akan diterima dan tersebar di 59 Program Studi jenjang S1, D-IV, dan D-III.

Para peserta diharapkan menjaga kondisi kesehatan selama rangkaian ujian berlangsung. Adapun hasil seleksi UTBK-SNBT 2026 dijadwalkan akan diumumkan secara daring pada 25 Mei 2026, pukul 15.00 WIB. (adz)

Editor : Johan Panjaitan
#unimed #anomali cuaca #USA #UTBK-SNBT