MEDAN, SUMUT POS- Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, angkat suara perihal pernyataan Anggota DPRD Kota Medan sekaligus Ketua Pansus LKPj Wali Kota Medan TA 2025, Drs Godfried Effendy Lubis yang menilai dirinya sebagai Wali Kota Medan berkinerja buruk dan gagal.
Menurut Rico Waas, dirinya telah berusaha dengan sebaik-baiknya dalam memimpin dan membangun Kota Medan.
"Kita sudah berusaha yang terbaik. Terimakasih atas saran dan masukan dari Ketua Pansus untuk pembenahan bagi kita semuanya. Baik anggota dewan dan eksekutif, kita sama-sama dalam membangun Kota Medan. Saya rasa ini adalah bentuk komunikasi dua arah yang baik, yang intinya untuk membangun Kota Medan bersama-sama," ucap Rico Waas saat dikonfirmasi Sumut Pos, Selasa (28/4/2026).
Baca Juga: Film Michael Pecahkan Rekor
Dikatakan Rico Waas, Pemko Medan telah melakukan yang terbaik dalam beberapa hal yang menjadi indikator bagi Godfried dalam menyatakan kegagalan Rico Waas. Termasuk, dalam menangani masalah banjir di Kota Medan.
"Perencanaan (penanganan banjir) sudah ada, kita lakukan yang terbaik," ujarnya.
Terkait pertumbuhan ekonomi, Rico Waas mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Medan mencapai 6,5 persen. Hal itu disampaikan Mendagri secara langsung saat kegiatan Musrencang Provinsi Sumatera Utara baru-baru ini.
Rico Waas juga menjawab soal tudingan Godfried yang menyatakan dirinya sebagai Wali Kota Medan yang minim inovasi dan gebrakan. Menurutnya, Pemko Medan terus berusaha melakukan inovasi untuk percepatan pembangunan.
"Baru saja tadi malam kita melaunching Qresto (Quick Response Electronic Splitting System For Tax Optimization), ini upaya kita dalam mengoptimalisasi pajak daerah.
Selama ini belum pernah dilakukan, bahkan ini pertama di Indonesia. Dimana restoran begitu pengunjung bayar pakai Qris, langsung masuk ke RKUD kita. Saya rasa ini inovasi-inovasi terbaru yang kita lakukan," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Ketua Pansus LKPj Wali Kota Medan TA 2025, Drs Godfried Effendy Lubis, menilai Rico Waas sebagai Wali Kota Medan yang telah gagal dalam menjalankan visi dan misi melanjutkan pembangunan Kota Medan. Kondisi ini membuat Godfried menilai Rico Waas sebagai Wali Kota Medan dengan kinerja memalukan.
Hal itu diutarakan Godfried Efendi Lubis usai rapat paripurna penyampaian LKPj di gedung DPRD Medan, Senin (27/4/2026). Bahkan dalam isi LKPj yang disampaikan kepada pimpinan DPRD Medan dari hasil pembahasan Pansus, Godfried cukup banyak mengkritik dan memberikan saran serta rekomendasi terkait kinerja Wali Kota Medan.
"Kinerja Rico Waas sangat mengecewakan, sangat memalukan. Kinerjanya tidak ada, kita tidak butuh wali kota seperti itu," ujar Godfried dengan nada kesal.
Dikatakan Godfried, dalam laporan hasil pembahasan LKPj yang disampaikannya selaku Ketua Pansus, Rico Waas dinilai sebagai Wali Kota Medan yang tidak serius dalam menangani masalah banjir. Tak cuma itu, DPRD Medan juga menilai banyaknya kinerja OPD yang harus dievaluasi semasa kepemimpinannya.
"Menangani masalah banjir tidak serius, kinerja-kinerja OPD juga banyak yang harus dievaluasi," katanya.
Menurut Godfried, ada beberapa indikator buruknya kinerja Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas. Selain gagal mengatasi masalah banjir, Rico Waas juga gagal mengontrol laju inflasi di Kota Medan.
"Terbukti, tingkat inflasi tertinggi di Sumatera Utara itu ada di Medan. Selain itu, Pemko Medan juga sampai hari ini belum mampu mengatasi masalah tingginya angka pengangguran," tuturnya.
Selanjutnya, Godfried juga menilai Rico Waas sebagai Wali Kota Medan yang gagal mengatasi tingginya angka kriminalitas seperti maraknya begal dan tawuran.
"Masalah peredaran narkoba sampai saat ini juga tidak bisa diatasi. Dengan adanya indikator tersebut, Rico Waas gagal memimpin Kota Medan. Kepemimpinan Rico Waas hari ini sebetulnya tidak menunjukan seorang pemimpin yang berwibawa, tidak memiliki kharisma. Rico Waas tidak bisa hanya bekerja dengan cara standar saja, di Medan ini dibutuhkan pemimpin yang seharusnya memilini nilai 8 ke atas," tegas Godfried.
Godfried juga menilai, Rico Waas merupakan Wali Kota Medan yang tidak memiliki inovasi serta terobosan dalam bekerja dan memimpin Kota Medan.
"Dia hanya mengikuti kebijakan-kebijakan lama, tidak ada idenya yang cemerlang, baik itu mengatasi masalah pengangguran, mengurangi kemiskinan, mengatasi permasalahan persampahan, masalah banjir, tidak ada inovasi dan solusi yang dia lahirkan. Dia juga gagal meyakinkan Pemerintah Pusat untuk membantu pembangunan di Kota Medan," pungkas Godfried. (map/ram)
Editor : Juli Rambe