Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dr Dimas Sofani Lubis : Masyarakat Harus Bangga dengan Pancasila

Deking Sembiring • Minggu, 31 Mei 2026 | 15:18 WIB
BERSAMA: Anggota DPRD Kota Medan, dr Dimas Sofani Lubis bersama ratusan masyarakat usai menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (31/5/2026).(Markus Pasaribu/Sumut Pos).
BERSAMA: Anggota DPRD Kota Medan, dr Dimas Sofani Lubis bersama ratusan masyarakat usai menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (31/5/2026).(Markus Pasaribu/Sumut Pos).

 

MEDAN, SUMUTPOS - Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi bangsa yang patut untuk dibanggakan seluruh warga negara Indonesia, tak terkecuali masyarakat Kota Medan.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis saat menggelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (31/5/2026).

"Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi bangsa. Kita sebagai masyarakat harus bangga dengan Pancasila," ucap dr Dimas dalam kesempatan yang dihadiri Camat Medan Selayang, Muhammad Husnul Hafiz Rambe, Lurah Asam Kumbang, Reyza Fahlevy Lubis, dan Dosen Fakultas Fisip USU, Dadang Darmawan Pasaribu itu.

Baca Juga: Dial Rizal Kembali Pimpin Perkemi Medan

Dikatakan Anggota Komisi III DPRD Kota Medan itu, Pancasila pernah diperkenalkan secara langsung oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno di depan negara-negara PBB.

"Saat Ir Soekarno menyampaikan konsep dan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila di hadapan PBB, Pancasila ini mendapatkan sambutan hangat dari dunia. Dunia menilai Pancasila sebagai sebuah konsep dasar negara yang sangat baik, maka kita sebagai warga negara patut untuk membanggakan Pancasila," ujarnya.

Dr Dimas mengatakan, Pancasila bukan hanya sekadar dasar negara dan ideologi bangsa. Akan tetapi, Pancasila juga merupakan alat pemersatu bangsa dari kondisi rakyat yang majemuk.

Baca Juga: Pertamini di Gunung Tua Paluta Ludes Terbakar, Warga Sempat Panik

"Indonesia ini terdiri dari berbagai suku bangsa, agama dan golongan. Indonesia sangat majemuk, sangat beranekaragam. Tetapi dengan Pancasila, seluruh perbedaan itu dapat dipersatukan dengan sempurna di dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika. Perbedaan justru menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia," katanya.

Dr Dimas berharap, kedepan seluruh warga negara Indonesia, khususnya masyarakat Kota Medan dapat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila sesuai cita-cita para pendiri bangsa.

"Mari kita amalkan Pancasila dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," pungkasnya.

Sementara itu, dosen Fakultas FISIP Universitas Sumatera Utara, Dadang Darmawan Pasaribu yang bertindak sebagai pembicara pada kegiatan itu mengatakan bahwa wawasan kebangsaan merupakan cara pandang warga negara dalam melihat kondisi bangsa saat ini.

Baca Juga: Rizki Lubis: Pancasila Harus Menjadi Kompas Moral Bangsa di Tengah Arus Globalisasi

"Sayangnya, saat ini banyak masyarakat yang tidak memiliki wawasan kebangsaan. Untuk itu, seluruh masyarakat wajib meningkatkan wawasan kebangsaannya. Kita harus memahami apa yang terjadi dengan bangsa kita saat ini," tuturnya.

Sepakat dengan apa yang disampaikan dr Dimas, Dadang Darmawan juga mengajak masyarakat untuk berbangga hati dengan Pancasila sebagai ideologi bangsa.

"Di hadapan PBB, Ir Soekarno bahkan mengatakan bahwa Pancasila yang berbicara tentang ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan musyawarah mufakat, serta tentang keadilan sosial sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi bangsa-bangsa di dunia. Sebagai warga negara, kita harus bangga dengan Pancasila," pungkasnya. (map)

Editor : Redaksi
#pancasila #dr Dimas Sofani Lubis #reses