Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Gelar Open House SRMP 2 Medan, Mensos Gus Ipul Ajak Orangtua Saksikan Langsung Transformasi Positif di Sekolah Rakyat 

Redaksi • Senin, 15 Juni 2026 | 19:29 WIB
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat Open House Sekolah Rakyat yang berlangsung di SRMP 2 Medan, Jalan Pancing Kota Medan, Sumatra Utara, Senin (15/6/2026). Foto: Humas Kementerian Sosial
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat Open House Sekolah Rakyat yang berlangsung di SRMP 2 Medan, Jalan Pancing Kota Medan, Sumatra Utara, Senin (15/6/2026). Foto: Humas Kementerian Sosial

 

MEDAN, SUMUT POS– Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak masyarakat, khususnya para calon siswa beserta orangtua, untuk melihat langsung potret transformasi positif anak-anak di Sekolah Rakyat. Ajakan tersebut disampaikan Gus Ipul di tengah kegiatan Open House Sekolah Rakyat yang berlangsung di SRMP 2 Medan, Jalan Pancing Kota Medan, Sumatra Utara, Senin (15/6/2026).

“Dulunya anak-anak ini tidak seperti sekarang. Lebih disiplin, percaya diri, pintar, dan optimis menghadapi masa depan. Ini hal yang kita syukuri bersama,” ujar Gus Ipul di hadapan para peserta yang hadir.

Menurut Gus Ipul, kegiatan open house ini menjadi momentum krusial bagi masyarakat untuk memantau langsung sistem pembelajaran, iklim pengasuhan asrama, serta ekosistem pendidikan yang diterapkan. Langkah ini diharapkan mampu memberikan proyeksi yang komprehensif bagi orang tua mengenai proses pendidikan yang akan ditempuh anak-anak mereka.

Baca Juga: Ratusan Mahasiswa USU Gelar Aksi di DPRD Sumut, Sampaikan Sembilan Tuntutan kepada Pemerintah

Dalam arahannya, Mensos secara tegas mendeklarasikan komitmen nol toleransi terhadap tiga pelanggaran krusial di lingkungan sekolah, yakni perundungan (bullying), kekerasan seksual maupun fisik, serta segala bentuk tindakan intoleransi.

“Tidak boleh menghina siapa pun, meremehkan dan merendahkan siapa pun. Tidak boleh ada kekerasan seksual atau kekerasan fisik. Tidak boleh ada intoleransi,” tegasnya secara lugas.

Agenda strategis ini dihadiri sedikitnya 75 calon siswa bersama orangtua mereka dari penjuru Kota Medan. Para hadirin disuguhi unjuk bakat dan kreativitas dari siswa Sekolah Rakyat, mulai dari tari tradisional persembahan SRMP 2 Medan, demonstrasi bela diri karate, pidato tiga bahasa dari siswa SRT 30 Medan, hingga penampilan paduan suara serta pembacaan puisi yang apik.

Baca Juga: M. Kaushin Mar Nahkodai Harper Medan, Siapkan Transformasi Layanan dan Inovasi Hospitality

Lebih lanjut, Gus Ipul memaparkan bahwa Sekolah Rakyat merupakan instrumen taktis pemerintah dalam program akselerasi pengentasan kemiskinan. Melalui lembaga ini, anak-anak dari keluarga rentan dicetak menjadi generasi yang cerdas, berkarakter kuat, dan memiliki kecakapan vokasional yang kompetitif agar siap mandiri di masa depan.

“Lulusan Sekolah Rakyat di masa mendatang ada yang jadi guru, ada yang jadi seniman. Pokoknya jadi apapun dengan keterampilan yang cukup. Itulah harapan Bapak Presiden,” kata Gus Ipul. 

Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh atensi besar terhadap program ini, yang dibuktikan lewat masifnya pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai penjuru tanah air.

Baca Juga: Wabup Syahdian Lepas Kafilah MTQ Labusel ke MTQ Sumut ke-40, Titip Pesan Jaga Marwah Daerah

Saat ini, telah tercatat 104 titik Sekolah Rakyat dengan fasilitas gedung permanen di Indonesia. Khusus untuk Kota Medan, Sekolah Rakyat Permanen diproyeksikan menampung 270 siswa baru, yang terbagi rata ke dalam alokasi kuota 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.

Suasana haru sempat mewarnai sesi dialog antara Mensos dengan para orang tua. Ridha Aritona, seorang ibu yang bekerja sebagai pengemudi ojek online, tak kuasa menahan air mata saat menceritakan keterbatasan finansialnya. 

Ia menaruh harapan besar agar putrinya, Jessica Putri Sirait, bisa memperoleh pendidikan bermutu demi memperbaiki taraf hidup keluarga. Rasa syukur senada diutarakan Riantika, ibunda dari Fahrizky, anak putus sekolah di kelas 6 SD yang kini berkesempatan melanjutkan pendidikannya kembali.

 

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyatakan dukungan penuh jajarannya dalam mengawal program Sekolah Rakyat sejak awal bergulir. Ia mengapresiasi progres nyata dari para siswa yang kini tampil jauh lebih teratur dan percaya diri. 

Menurut Rico, Sekolah Rakyat menjadi solusi konkret di tengah kompleksitas problematika anak perkotaan untuk menyelamatkan anak-anak dari keluarga rentan menuju masa depan yang inklusif.

Acara ini juga dihadiri Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatra Utara Illyan Chandra Simbolon, Kepala Dinas Sosial Kota Medan Khoiruddin Rangkuti, Kepala BPS Kota Medan Hafsyah Aprillia, perwakilan BPS Sumut Dadan, serta jajaran pejabat tinggi madya dan staf khusus Kementerian Sosial. (adz)

Editor : Redaksi
#mensos #open house