MEDAN, SUMUT POS- Generasi muda bangsa saat ini, termasuk di Kota Medan, tengah dihadapkan dengan situasi degradasi moral. Kondisi ini membuat moral para generasi muda terus tergerus dari waktu ke waktu.
Berangkat dari situasi itu, masyarakat meminta kepada Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) untuk mengembalikan mata pelajaran (mapel) Pendidikan Moral Pancasila (PMP).
Hal itu diungkapkan masyarakat saat menghadiri kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai Demokrat, Dr H Muslim Harahap M.S.P di Taman Wisata Danau Siombak, Jalan Pasar Nippon, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Minggu (21/6/2026).
"Kita prihatin melihat moral anak-anak muda saat ini. Kurang sopan santun, kurang rasa empati, kurang rasa hormat kepada orang yang lebih tua. Kalau bisa, pelajaran PMP itu diajarkan lagi di sekolah, supaya moral anak-anak muda sekarang ini bisa lebih baik," ucap salah seorang warga.
Menanggapi hal itu, Muslim Harahap mengaku sepakat dengan apa yang disampaikan warga. Ia pun mengaku akan meneruskan harapan masyarakat tersebut kepada Pemko Medan.
"PMP ini memang perlu dikembalikan sebagai mata pelajaran yang diajarkan di sekolah. Ini penting untuk penguatan moral generasi muda, untuk membendung ideologi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa yang terdapat dalam Pancasila," ujarnya.
Muslim yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Kota Medan itu mengatakan, degradasi moral pada generasi muda saat ini membuat bangsa terancam kehilangan jati diri dan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa.
"Sejak dulu Bangsa Indonesia itu dikenal sebagai bangsa yang mengedepankan sopan santun, sementara generasi muda saat ini sudah terpengaruh budaya-budaya asing sehingga nilai-nilai kesopanan itu mulai luntur. Jelas, ini tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila dan budaya bangsa," katanya.
Dilanjutkan Muslim, lemahnya wawasan kebangsaan yang terjadi saat ini di kalangan generasi muda juga membuat rasa cinta tanah air di kalangan pemuda semakin tergerus. Padahal, pemuda di masa perjuangan berjuang keras untuk merebut kemerdekaan.
"PMP sebaiknya kembali diajarkan di sekolah, wawasan kebangsaan harus ditanamkan kembali kepada setiap generasi bangsa. Mari kita selamatkan bangsa ini dari budaya-budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur Pancasila," tutupnya. (map/ram)
Editor : Juli Rambe