SIANTAR - Wisuda VIII Periode I Tahun 2026 Universitas HKBP Nommensen (UNHKBP) Pematangsiantar di Aula kampus, Sabtu (20/6/2026), tidak sekadar menjadi momen pelepasan 207 wisudawan/i menuju jenjang kehidupan baru.
Di balik suasana haru dan khidmat, momentum tersebut juga menjadi penanda langkah besar universitas dalam menyiapkan transformasi dan pengembangan institusi ke depan.
Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, hadir langsung membawa kabar yang disambut antusias oleh para wisudawan, orang tua, dan jajaran senat yang dipimpin Ephorus Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST.
Baca Juga: David Luther Lubis Kembali Pimpin AMPI Sumut, Bobby Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Digital
Dalam prosesi wisuda tersebut, sebanyak 207 mahasiswa dikukuhkan, dengan rincian FKIP 185 wisudawan, FMIPA 13 wisudawan, FT dan Sumber Daya Air 9 wisudawan.
Effendi Simbolon mengaku sangat bangga karena mayoritas wisudawan periode ini berhasil lulus dengan predikat IPK yang tinggi. Ia optimistis para lulusan baru ini akan langsung diserap dengan baik oleh bursa kerja atau mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Demi memastikan adik-adik tingkat para wisudawan mendapatkan kualitas yang semakin baik, Effendi menegaskan bahwa yayasan tengah jor-joran mengejar predikat Akreditasi Unggul pada tahun depan (2027).
Langkah nyata pun langsung diambil dengan menggelontorkan dana alokasi mencapai Rp 2,7 miliar untuk UNHKBP Pematangsiantar.
Baca Juga: Orang Tua Ikut Wawancara Kerja Gen Z: Dukungan atau Sinyal Ketergantungan?
“Bagaimana persyaratan Tri Dharma itu bisa kita penuhi. Kita mulai perbaikan sarana dan prasarana, laboratorium, dan penganggaran penelitian serta pengabdian masyarakat,” tegas Effendi di hadapan perwakilan LLDikti Wilayah I Kementerian Pendidikan Tinggi dan Sains Teknologi yang turut hadir.
Tak berhenti di pembenahan internal Kampus Siantar, Effendi Simbolon juga melempar kejutan besar dari atas podium wisuda yang disambut tepuk tangan riuh. Ia membeberkan rencana megah pembangunan Nommensen International Hospital di Kota Medan yang ditargetkan rampung dalam 2,5 tahun ke depan.
Pembangunan rumah sakit bertaraf internasional ini menjadi langkah strategis untuk menyokong kebutuhan Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen.
"Kita sedang mengkaji ini karena banyak nilai tambahnya. Pihak Kemenkes sangat mendukung penuh dan mengingatkan kita untuk lebih prudent (hati-hati) lagi," pungkas Effendi.
Melalui momentum wisuda ini, Universitas HKBP Nommensen tidak hanya melepas lulusan berdaya saing tinggi, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang terus bergerak maju, modern, dan berkontribusi nyata bagi dunia kesehatan di Sumatera Utara. (rel/tri)
Editor : Redaksi