MEDAN, Sumutpos.jawapos.com– Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan memperkirakan sebagian besar wilayah Sumatera Utara masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas bervariasi dalam dua hingga tiga hari ke depan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan hujan sedang hingga lebat yang dapat memicu genangan maupun gangguan aktivitas.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Ilham Haris, menjelaskan kondisi cuaca tersebut dipengaruhi sejumlah faktor atmosfer yang mendukung terbentuknya awan hujan di wilayah Sumatera Utara.
"Adanya antisiklon di Samudera Hindia sebelah barat Sumatera Utara serta perlambatan kecepatan angin menyebabkan penumpukan uap air yang memicu pertumbuhan awan konvektif," ujarnya kepada Sumut Pos, Minggu (19/7).
Baca Juga: Antrean BBM di Medan dan Binjai Terurai, BPH Migas Pastikan Distribusi Terus Diperkuat
Selain itu, aktivitas Gelombang Kelvin yang melintasi wilayah Sumatera Utara turut meningkatkan peluang terbentuknya awan konvektif penyebab hujan.
Ilham menambahkan, suhu permukaan laut yang masih cukup hangat juga memperbesar pasokan uap air ke atmosfer sehingga memperkuat potensi terjadinya hujan di sejumlah daerah.
"Kondisi ini meningkatkan peluang terbentuknya awan konvektif yang berpotensi menghasilkan hujan dengan intensitas ringan hingga lebat," jelasnya.
Atas kondisi tersebut, BBMKG mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi dalam beberapa hari mendatang. Hujan berintensitas sedang hingga lebat berpotensi menyebabkan genangan air di sejumlah titik, terutama di kawasan yang memiliki sistem drainase kurang optimal.
Masyarakat juga diminta menyesuaikan aktivitas luar ruangan dengan perkembangan cuaca serta rutin memantau informasi prakiraan cuaca melalui kanal resmi BBMKG, termasuk akun @infobmkgsumut, guna mengantisipasi dampak cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu.(dwi/han)
Editor : Johan Panjaitan