Rizki Lubis Minta Drainase Bebas Sampah, Antisipasi Banjir di Musim Hujan

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 16:45 WIB
Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi NasDem, Dr M Afri Rizki Lubis SM M.IP saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No.7 Tahun 2026 tentang Perubahan Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan.(Markus Pasaribu/Sumut Pos)
Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi NasDem, Dr M Afri Rizki Lubis SM M.IP saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No.7 Tahun 2026 tentang Perubahan Perda Nomor 6 Tahun 2015 tentang Pengelolaan Persampahan.(Markus Pasaribu/Sumut Pos)

 

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com – Memasuki musim penghujan, sejumlah kawasan di Kota Medan mulai mengalami genangan air. Meski sebagian besar masih tergolong ringan, kondisi tersebut dinilai cukup mengganggu aktivitas masyarakat dan menjadi peringatan agar upaya pencegahan banjir segera diperkuat.

Persoalan itu mengemuka dalam Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 7 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Perda Nomor 6 Tahun 2015 mengenai Pengelolaan Persampahan yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraksi Partai NasDem, Dr. M. Afri Rizki Lubis, S.M., M.IP, di Jalan Sari, Kelurahan Kedai Durian, Kecamatan Medan Johor, Minggu (19/7).

Dalam dialog tersebut, warga mengeluhkan mulai munculnya genangan di sejumlah ruas jalan maupun kawasan permukiman setiap kali hujan turun.

"Memang banjirnya belum terlalu tinggi, tetapi tetap mengganggu aktivitas masyarakat. Kami berharap ini menjadi perhatian pemerintah," ujar salah seorang warga.

Baca Juga: Penyelidikan Dugaan Korupsi Meubelir Langkat Rp48,4 Miliar Disorot, Kejati Sumut Didesak Tuntaskan Kasus

Menanggapi aspirasi tersebut, Rizki Lubis yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Medan memperkuat pemeliharaan sistem drainase di seluruh wilayah.

Menurutnya, saluran drainase harus dipastikan bebas dari sampah agar mampu menampung debit air hujan secara optimal.

"Sekarang sudah memasuki musim hujan. Dinas SDABMBK harus memastikan seluruh drainase berfungsi dengan baik dan tidak tersumbat sampah," tegas Rizki.

Ia menjelaskan, selain sampah, sedimentasi yang menumpuk di dasar saluran juga menjadi penyebab utama berkurangnya kapasitas drainase sehingga air mudah meluap saat curah hujan meningkat.

Karena itu, ia meminta pemerintah kota meningkatkan kegiatan normalisasi drainase secara rutin, terutama dengan mengangkat endapan lumpur dan sampah yang menghambat aliran air.

"Sedimentasi yang tinggi membuat daya tampung drainase menurun. Akibatnya, air meluap dan memicu genangan bahkan banjir. Normalisasi harus dilakukan secara berkala, terutama pada musim penghujan seperti sekarang," katanya.

Baca Juga: Antrean BBM di SPBU Medan Mulai Normal, Disperindag ESDM Sumut: Distribusi Berangsur Stabil

Rizki juga mengingatkan bahwa penanganan banjir bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan partisipasi aktif masyarakat.

Ia mengajak warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, khususnya ke parit, drainase, maupun sungai, karena kebiasaan tersebut menjadi salah satu penyebab utama tersumbatnya saluran air.

"Kalau drainase dipenuhi sampah, potensi banjir akan semakin besar. Yang paling dirugikan tentu masyarakat sendiri. Karena itu, mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan," pungkasnya.(map/han)

Editor : Johan Panjaitan
kota medan drainase sampah Rizki Lubis hujan