Satu Korban Ditemukan Meninggal, 2 Lagi Tertimbun Reruntuhan Ledakan Grand Polonia Masih Dicari

Juli Rambe • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 11:51 WIB
EVAKUASI: Tim SAR mengevakuasi jasad dari reruntuhan ledakan di Grand Polonia, Medan, Selasa (21/7/2026). (Dok: SAR)
EVAKUASI: Tim SAR mengevakuasi jasad dari reruntuhan ledakan di Grand Polonia, Medan, Selasa (21/7/2026). (Dok: SAR)

 

MEDAN, SUMUT POS- Tim SAR gabungan terus berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi 2 korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan pascaledakan di Perumahan Grand Polonia, Jalan Perhubungan Udara, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (21/7/2026).

Sedikitnya 400 personel gabungan diterjunkan dalam operasi pencarian. Selain itu, tiga unit ekskavator dan satu unit crane dikerahkan untuk membantu membuka material bangunan yang ambruk.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan, Hery Marantika, mengatakan fokus evakuasi saat ini berada di lantai dua rumah yang runtuh. Bangunan tersebut diketahui memiliki tiga lantai.

Baca Juga: Hasil Investigasi PGN di Grand Polonia, Tidak Ada Kandungan Gas Metana

"Saat ini personel gabungan yang terlibat sekitar 300 sampai 400 orang. Kami juga mengerahkan tiga ekskavator dan satu crane. Proses evakuasi difokuskan di lantai dua bangunan yang roboh," ujarnya di lokasi.

Ia mengungkapkan, tim masih meyakini terdapat dua korban yang berada di bawah puing-puing bangunan. Sebelumnya, satu korban perempuan berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 02.20 WIB.

"Masih ada indikasi dua korban lagi yang berada di dalam reruntuhan. Dini hari tadi kami berhasil menemukan seorang korban perempuan dan langsung diserahkan kepada pihak keluarga," katanya.

Menurut Hery, proses pencarian berlangsung cukup sulit. Selain akses menuju lokasi korban yang sempit, kondisi material bangunan yang belum stabil juga menjadi tantangan bagi petugas.

"Akses menuju lantai dua sangat terbatas. Material bangunan juga masih labil sehingga personel harus bekerja ekstra hati-hati saat melakukan evakuasi," jelasnya.

Sejauh ini, empat orang berhasil diselamatkan dari lokasi kejadian. Mereka terdiri dari seorang balita berusia 2 tahun bernama Jeavelin, penghuni rumah bernama Hasan, seorang sopir, serta seorang kurir yang berada di sekitar lokasi saat ledakan terjadi.

Sementara itu, satu korban telah dipastikan meninggal dunia dan 2 orang lainnya masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Sebelumnya, hasil investigasi awal Polrestabes Medan menduga ledakan yang menghancurkan rumah di Komplek Grand Polonia dipicu kebocoran pipa gas bawah tanah. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut. (man/ram)

Editor : Juli Rambe
ledakan di grand polonia grand polonia SAR cari mayat di grand polonia