MEDAN, SUMUT POS- Korban meninggal dunia akibat ledakan dahsyat yang menghancurkan rumah di Kompleks Grand Polonia, Jalan Perhubungan Udara, Kecamatan Medan Polonia, Senin (20/7/2026) mulai terungkap.
Seorang perempuan bernama Jesica, yang merupakan menantu pemilik rumah, ditemukan tewas tertimbun reruntuhan bangunan.
Tim SAR gabungan masih berupaya mengevakuasi dua korban lainnya yang diduga masih terjebak di bawah puing bangunan. Keduanya diperkirakan merupakan pengasuh anak (baby sitter) dan asisten rumah tangga (ART).
Camat Medan Polonia, Alfi Pane, mengatakan rumah yang menjadi pusat ledakan merupakan milik Hasan (70), seorang pengusaha yang diketahui memiliki pabrik plastik Sentosa di kawasan Kedai Durian, Medan Johor.
"Korban yang sudah ditemukan meninggal bernama Jesica, menantu pemilik rumah. Saat ledakan terjadi dia berada di dalam rumah," ungkapnya, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, identitas lengkap korban masih didata karena pihak keluarga belum menyerahkan dokumen kependudukan. Sementara itu, dua orang lainnya diperkirakan masih berada di dalam bangunan yang ambruk.
"Masih ada dua orang yang diduga belum berhasil dievakuasi, yakni baby sitter dan ART," katanya.
Di tengah musibah tersebut, seorang balita berusia sekitar tiga tahun berhasil diselamatkan. Anak Jesica itu kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Columbia Medan.
Saat ledakan terjadi sekitar pukul 15.50 WIB, Hasan diketahui tidak berada di rumah karena sedang mengunjungi anaknya. Sementara suami Jesica sedang berada di luar kota dan telah tiba di Medan pada Senin malam setelah mendapat kabar duka.
Selain menghancurkan rumah utama, ledakan juga merusak sedikitnya empat rumah lain di sekitarnya. Material bangunan beterbangan hingga menimpa kendaraan yang terparkir di sekitar lokasi.
Hingga kini, penyebab pasti ledakan masih diselidiki aparat kepolisian bersama tim gabungan. Sebelumnya, hasil investigasi awal Polrestabes Medan mengarah pada dugaan kebocoran pipa gas bawah tanah sebagai pemicu ledakan, namun penyebab tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Tim SAR, BPBD, TNI, Polri, dan pemadam kebakaran masih melakukan proses pencarian serta pembersihan reruntuhan untuk memastikan tidak ada lagi korban yang tertinggal di lokasi. (man/ram)
Editor : Juli Rambe