Korban Tewas Terakhir Ledakan Grand Polonia Ditemukan

Juli Rambe • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 21:18 WIB
KETERANGAN: Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, saat memberikan keterangan di lokasi ledakan, Senin (20/7/2026) petang. (Dok: Gusman/Sumut Pos)
KETERANGAN: Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, saat memberikan keterangan di lokasi ledakan, Senin (20/7/2026) petang. (Dok: Gusman/Sumut Pos)

 

MEDAN, SUMUT POS- Tim gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi korban tewas terakhir yang tertimbun reruntuhan rumah akibat ledakan dahsyat di Kompleks Grand Polonia, Jalan Perhubungan Udara/Mustang, Kecamatan Medan Polonia, Selasa (21/7/2026) petang.

Dengan ditemukannya korban keenam tersebut, proses pencarian dinyatakan selesai.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak mengatakan korban terakhir berhasil ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB dan langsung dievakuasi ke rumah sakit.

Baca Juga: Kisah Inspiratif Petani Melon Chaidir Saleh, Mulai dari Gagal Panen, Bangkrut, Kena Stroke, dan Banjir Bandang, dan Kini Jadi Mentor

"Puji Tuhan, tepat pukul 18.00 WIB korban keenam dan terakhir sudah berhasil dievakuasi. Saat ini korban sudah dibawa ke salah satu rumah sakit di Kota Medan," ujar Calvijn di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, dari 6 orang yang menjadi korban dalam peristiwa itu, tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara tiga lainnya berhasil selamat, dengan rincian dua korban masih menjalani perawatan medis dan satu orang dalam kondisi selamat.

"Dari 6 korban, tiga meninggal dunia. Tiga lainnya terdiri dari dua masih dirawat dan satu sudah dalam kondisi sehat," katanya.

Setelah seluruh korban berhasil ditemukan, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polri, Brimob, TNI, serta unsur Pemerintah Kota Medan kini mengalihkan fokus pada proses penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.

Menurut Calvijn, petugas akan melakukan penyisiran akhir di lokasi guna mencari barang bukti yang dapat mendukung proses investigasi.

"Sekarang kami melakukan penyisiran terakhir untuk pembersihan sekaligus mencari alat bukti lain yang diperlukan dalam penyelidikan," ujarnya.

Selain mengumpulkan barang bukti di lokasi, penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi, mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV), serta mengumpulkan petunjuk lain yang berkaitan dengan insiden tersebut.

"Beberapa saksi sudah kami mintai keterangan. CCTV dan berbagai petunjuk lain juga sudah kami amankan. Hasil pemeriksaan laboratorium forensik nantinya akan menjelaskan secara lebih rinci penyebab kejadian ini," ungkapnya.

Terkait dugaan adanya unsur pidana maupun kelalaian, Calvijn menyebut penyidik masih menunggu hasil investigasi lanjutan.

Ia mengungkapkan, hasil pemeriksaan awal di lokasi menemukan indikasi adanya kandungan gas di dalam rumah yang menjadi titik ledakan.

"Dugaan awal hasil investigasi kami menemukan adanya kandungan gas di dalam rumah. Namun kami masih membutuhkan waktu untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian atau unsur pidana lainnya," tegasnya.

Sebelumnya, hasil investigasi awal Polrestabes Medan mengarah pada dugaan kebocoran gas sebagai pemicu ledakan. Namun polisi menegaskan penyebab pasti baru akan dipastikan setelah seluruh proses pemeriksaan teknis dan laboratorium forensik selesai dilakukan. (man/ram)

Editor : Juli Rambe
ledakan di grand polonia korban ledakan di grand polonia pencarian korban grand polonia