Polisi Selidiki Titik Ledakan Grand Polonia, Dugaan Kebocoran Gas Mengarah ke Area Dapur

Juli Rambe • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 21:53 WIB
KETERANGAN: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, memberikan keterangan terkait ledakan di Grand Polonia Medan, Selasa (21/7/2026) petang. (Dok: Gusman/Sumut Pos)
KETERANGAN: Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, memberikan keterangan terkait ledakan di Grand Polonia Medan, Selasa (21/7/2026) petang. (Dok: Gusman/Sumut Pos)

 

MEDAN, SUMUT POS– Tim gabungan masih menyelidiki penyebab pasti ledakan dahsyat yang menghancurkan sebuah rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia.

Hasil investigasi awal mengarah pada dugaan kebocoran gas di area dapur rumah korban, namun polisi masih mengumpulkan barang bukti untuk memastikan penyebab insiden tersebut.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor), Brimob, TNI, PT Perusahaan Gas Negara (PGN), serta instansi terkait lainnya.

Baca Juga: Korban Tewas Terakhir Ledakan Grand Polonia Ditemukan

"Saat ini kami bersama tim dari TNI melakukan asesmen dan investigasi bersama. Sebelumnya sudah dilakukan pengecekan oleh Polri, Brimob, dan Labfor. Dugaan awal memang mengarah ke sana, tetapi masih perlu pendalaman," ujarnya di lokasi kejadian, Selasa (21/7/2026) petang.

Menurutnya, indikasi adanya kandungan gas di dalam rumah menjadi salah satu temuan awal penyelidikan. Namun, polisi belum menyimpulkan penyebab ledakan karena masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan.

"Dugaan awal hasil investigasi kami melihat adanya kandungan gas di dalam rumah. Karena itu kami perlu memastikan apakah ada unsur kelalaian atau penyebab lainnya," katanya.

Sementara itu, Kasubbid Fisika dan Komputer (Fiskom) Bidang Labfor Polda Sumut AKBP Roy Tenno Siburian, menjelaskan pola kerusakan bangunan menunjukkan ledakan berasal dari dalam rumah.

"Kerusakan yang terjadi menunjukkan adanya tekanan sangat kuat dari dalam bangunan sehingga dinding dan material lainnya roboh," ujarnya.

Tim Labfor menemukan titik yang diduga menjadi pusat ledakan berada di area dapur. Di lokasi itu terdapat kompor tanam yang terangkat akibat tekanan ledakan serta jaringan instalasi gas untuk memasak.

"Di dapur kami menemukan kompor tanam dalam kondisi terangkat dan pintu-pintu terbuka akibat tekanan. Di lokasi itu juga terdapat terminal gas yang digunakan untuk memasak, sehingga menjadi salah satu fokus penyelidikan," jelasnya.

Selain itu, pemeriksaan menggunakan alat pendeteksi gas menemukan adanya konsentrasi gas di area dapur.

"Dengan gas detector kami menemukan konsentrasi gas yang bervariasi di dapur, sekitar 10 persen LEL (Lower Explosive Limit). Temuan ini masih kami dalami bersama bukti lainnya," ungkapnya.

Meski demikian, polisi menegaskan penyebab pasti ledakan belum dapat disimpulkan. Tim investigasi masih melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap lokasi kejadian, termasuk mencocokkan hasil laboratorium, barang bukti, dan keterangan para saksi.

Ledakan yang terjadi pada Senin sore itu menghancurkan rumah tiga lantai dan merusak sejumlah bangunan di sekitarnya. Insiden tersebut menewaskan tiga orang, sementara tiga korban lainnya berhasil selamat. Hingga kini, garis polisi masih terpasang di lokasi untuk kepentingan penyelidikan. (man/ram)

 

Editor : Juli Rambe
grand polonia korban ledakan di grand polonia penyelidikan ledakan di grand polonia polrestabes medan