MEDAN, SUMUT POS- Penyelidikan penyebab ledakan dahsyat yang menghancurkan sebuah rumah di Kompleks Grand Polonia, Medan Polonia, mulai menemukan titik terang.
Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumut menyimpulkan ledakan dipicu kebocoran gas yang memenuhi ruangan di dalam rumah sebelum akhirnya terbakar.
Kasubbid Fiskom Bidang Labfor Polda Sumut, AKBP Roy Tenno Siburian, mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan sumber ledakan berasal dari akumulasi gas di dalam bangunan.
Baca Juga: Kuasa Hukum PT PASU Sebut Keterangan Dua Ahli Perkuat Kelemahan Dakwaan Korupsi Inalum
Saat ini penyidik masih mendalami lokasi pasti kebocoran pada jaringan pipa gas yang terpasang di rumah tersebut.
"Kalau penyebab ledakannya sudah jelas. Yang terjadi adalah kebakaran akibat gas yang bocor dan memenuhi ruangan di dalam rumah," ujarnya di lokasi kejadian, Kamis (23/7/2026) malam.
Menurut Roy, istilah detonasi yang sebelumnya digunakan bukan menunjukkan adanya bahan peledak, melainkan menggambarkan proses pembakaran yang berlangsung sangat cepat akibat konsentrasi gas di dalam ruangan.
"Detonasi itu menggambarkan kecepatan pembakaran. Jadi ketika gas yang terkumpul langsung terbakar dalam waktu singkat, terjadilah ledakan seperti yang terlihat di lokasi," jelasnya.
Untuk memastikan titik kebocoran, tim gabungan akan membongkar sebagian konstruksi rumah karena jaringan pipa gas dipasang di dalam dinding bangunan.
Ia mengatakan proses tersebut membutuhkan bantuan tim konstruksi agar seluruh jalur pipa dapat diangkat dan diperiksa satu per satu.
"Pipanya tertanam di dalam tembok dan jalurnya cukup panjang. Karena itu tembok harus dibongkar agar seluruh segmen pipa bisa dikeluarkan dan diuji," katanya.
Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Jumat (24/7/2026) dengan melibatkan PT Perusahaan Gas Negara (PGN). Dalam proses itu, PGN akan melakukan pengujian teknis kebocoran (leak test), sementara tim Labfor mendampingi untuk memastikan hasil pemeriksaan.
"Pengujian kebocoran akan dilakukan bersama PGN karena mereka memiliki kompetensi teknis untuk melakukan leak test. Kami akan mendampingi selama proses pemeriksaan berlangsung," ujar Roy.
Seperti diketahui, ledakan yang terjadi pada Senin (20/7/2026) sore itu, mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, yakni istri pemilik rumah berinisial J, pekerja rumah tangga berinisial R, serta pengasuh anak berinisial S.
Sementara tiga korban lainnya berhasil selamat, yakni seorang balita berusia dua tahun yang merupakan anak pemilik rumah, ayah pemilik rumah berinisial H, dan seorang kurir berinisial YMH yang sedang mengantar barang saat ledakan terjadi.
Polisi masih melanjutkan penyelidikan untuk memastikan titik kebocoran serta penyebab pasti gas dapat memenuhi ruangan hingga memicu ledakan. (man/ram)
Editor : Juli Rambe