MEDAN, Sumutpos.jawapos.com – Pancasila tidak seharusnya berhenti sebagai lima sila yang dihafalkan sejak bangku sekolah. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya harus hadir dalam cara masyarakat berpikir, bersikap, hingga memperlakukan sesama dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan, Fauzi, saat memberikan wawasan kebangsaan dalam kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Air Bersih, Kelurahan Sudirejo I, Kecamatan Medan Kota, Sabtu (8/8/2026).
Menurut Fauzi, Pancasila merupakan fondasi yang semestinya menjadi pedoman masyarakat dalam menghadapi berbagai perbedaan. Sebab, keberagaman yang ada di tengah masyarakat tidak semestinya menjadi alasan untuk saling menjauh, apalagi terpecah.
Baca Juga: Freeport Ajukan Perpanjangan IUPK, Amankan Masa Depan Grasberg hingga Pasca-2041
“Sejak kecil kita semua ditanamkan nilai-nilai Pancasila. Sekarang tinggal bagaimana kita mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Fauzi.
Ia menilai, salah satu bentuk paling nyata dalam mengamalkan Pancasila adalah menjaga kerukunan. Di tengah masyarakat Kota Medan yang beragam, sikap saling menghargai menjadi modal penting untuk menjaga ketenteraman.
Perbedaan Jangan Jadi Alasan untuk Terpecah
Fauzi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terseret pada berbagai perbedaan yang berpotensi memunculkan konflik. Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia, sementara persamaan yang dimiliki jauh lebih besar.
“Ada perbedaan di antara kita, tapi persamaannya jauh lebih banyak. Mari bersama-sama merawat perdamaian dan kebersamaan. Jangan sampai kita mudah terpecah belah. Pancasila hadir untuk membuat kita bersatu,” tegasnya.
Baginya, pengamalan Pancasila tidak selalu harus diwujudkan dalam tindakan besar. Menghormati tetangga, menjaga toleransi, menyelesaikan persoalan melalui musyawarah, serta tidak mudah menyulut permusuhan merupakan bentuk sederhana dari penerapan nilai-nilai Pancasila.
Memahami Makna, Bukan Sekadar Menghafal
Sementara itu, Dosen Universitas Alwashliyah (UNIVA), Juhri Arif Sihombing, menjelaskan bahwa setiap nilai yang terkandung dalam Pancasila memiliki tujuan kebaikan bagi kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
Menurutnya, Pancasila lahir melalui proses perumusan sebagai fondasi bagi Indonesia yang hendak dibangun setelah merdeka. Karena itu, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga menjadi pijakan dalam membentuk cara pandang masyarakat terhadap kehidupan berbangsa.
Baca Juga: Komisi III DPR RI Akan Panggil Polda Sumut, Polresta Medan dan Keluarga Korban Kematian WLG
“Sebelum Indonesia merdeka dirumuskan satu rancangan, itulah Pancasila. Dan Pancasila itu menjadi dasar cara pandang bernegara, makanya sangat penting,” jelas Juhri.
Ia meyakini hampir seluruh masyarakat Indonesia mengetahui dan mampu menyebutkan lima sila Pancasila. Namun, persoalan yang lebih penting adalah sejauh mana masyarakat memahami makna setiap sila dan menerapkannya dalam kehidupan nyata.
“Ketika Bapak Ibu ribut dengan tetangga, itu sudah melenceng dari Pancasila. Mulai sekarang pahami semua yang terkandung dalam Pancasila, pasti hidup lebih tenang. Jangan jadikan perbedaan membuat kita ribut, justru harus jadi penguat untuk bersatu,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga persatuan tidak cukup hanya dengan mengucapkan semboyan kebangsaan. Persatuan justru dibangun dari hal-hal sederhana: menghormati perbedaan, menjaga hubungan dengan sesama, dan menempatkan kepentingan bersama di atas ego pribadi.
Di tengah masyarakat yang semakin dinamis, Pancasila pada akhirnya bukan sekadar warisan sejarah, melainkan nilai yang harus terus dihidupkan agar keberagaman Indonesia tetap menjadi kekuatan, bukan sumber perpecahan. (map/han)
Editor : Johan Panjaitan