MEDAN, SUMUT POS- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan berkomitmen untuk bergerak cepat dalam mengantisipasi bencana banjir.
Mengingat, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memberikan peringatan akan tingginya intensitas hujan dalam beberapa waktu kedepan di Kota Medan dan sejumlah wilayah lainnya di Sumatera Utara.
Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, mengatakan saat ini pihaknya terus berfokus dalam melakukan mitigasi bencana maupun persiapan penanggulangan guna mengantisipasi bencana banjir.
Baca Juga: Bawa Nama Sumut di HUT ke-80 Polri, SAUCA Raih Juara 3 BUJP Teladan Nasional
"BPBD Kota Medan terus bergerak dalam mengatasi masalah banjir akibat tingginya intensitas hujan yang terjadi saat ini dan beberapa waktu kedepan. Saat ini BPBD Kota Medan fokus melakukan mitigasi bencana dan persiapan penanggulangan yang dibutuhkan," ucap Yunita Sari kepada Sumut Pos, Kamis (13/8/2026).
Dikatakan Yunita, dalam upaya mitigasi bencana, BPBD Kota Medan telah melakukan perumusan pencegahan, termasuk dalam melakukan pemetaan kawasan rawan banjir di Kota Medan.
"Seluruh wilayah rawan banjir di Kota Medan telah kita petakan, seperti di wilayah Kecamatan Medan Labuhan, Medan Sunggal, Medan Maimun, dan sejumlah wilayah lainnya. Kita petakan hingga per kelurahan dan lingkungan, serinci itu kita memetakannya," ujarnya.
Selanjutnya, Yunita menjelaskan bahwa BPBD Kota Medan juga telah melakukan penyuluhan kepada masyarakat terkait wilayah-wilayah rawan banjir, upaya yang harus dilakukan masyarakat untuk penyelamatan, hingga langkah-langkah pertolongan pertama terhadap masyarakat lainnya yang membutuhkan pertolongan.
"Penyuluhan ini kita lakukan bersama perangkat kewilayahan, mulai dari kecamatan hingga kelurahan. Kemudian, penyuluhan ini juga kita lakukan sampai ke sekolah-sekolah. Sampai hari ini pun kegiatan penyuluhan ke sekolah-sekolah itu terus berlanjut. Kemarin (12/8/2026), BPBD Medan sudah melakukan penyuluhan di Sekolah Shafiyyatul Medan," jelasnya.
Tak hanya itu, BPBD Kota Medan juga terus berkoordinasi dengan OPD terkait di lingkungan Pemko Medan, seperti Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Kontruksi (SDABMBK).
"Sebab kalau bicara pencegahan dan penanganan banjir itu kan memang ada di Dinas SDABMBK, kalau BPBD kan sifatnya mitigasi bencana dan penanggulangan saat bencana terjadi. Tentu kami perlu berkoordinasi juga dengan Dinas SDABMBK terkait titik-titik rawan banjir agar dapat segera diatasi dari sisi pembenahan drainase dan lain-lain," ungkapnya.
Di luar OPD Pemko Medan, Yunita Sari memastikan bahwa BPBD Kota Medan juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II dalam pemantauan kondisi sungai-sungai di Kota Medan.
"Tentu setiap harinya petugas kita juga terus melakukan pemantauan tinggi permukaan air DAS (daerah aliran sungai). Sebab terkadang, permukaan air DAS sering mengalami kenaikan meskipun di Kota Medan sedang tidak hujan. Permukaan air DAS justru sering naik akibat hujan di wilayah pegunungan," katanya.
Sementara dari sisi penanggulangan bencana, Yunita mengatakan bahwa Pemko Medan telah menyiapkan perahu karet untuk persiapan evakuasi korban banjir apabila dibutuhkan.
"Ada penambahan beberapa perahu karet di tahun ini, sebahagian akan ditempatkan di kecamatan yang memang rawan banjir," terangnya.
Selanjutnya, BPBD Kota Medan juga telah berkoordinasi dengan perangkat kecamatan dan kelurahan untuk lokasi-lokasi yang siap dijadikan tempat pengungsian sementara bagi warga yang menjadi korban banjir.
"Tentunya lokasi yang disiapkan bukan hanya siap menampung pengungsi, tetapi juga lokasi yang aksesnya dapat dijangkau agar bantuan yang diberikan seperti nasi tanggap, selimut dan obat-obatan saat terdistribusi dengan cepat. Alhamdulillah, Pemko Medan saat ini terus fokus dalam membenahi drainase sehingga kita berharap air dapat surut dengan cepat apabila genangan air terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi terjadi," pungkasnya. (map/ram)
Editor : Juli Rambe