MTQ Yayasan Haji Anif ke-7 Resmi Dibuka, Musa Rajekshah: Cetak Generasi Qurani dan Pemimpin Masa Dep

Johan Panjaitan • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 22:15 WIB
Ketua YHA H. Musa Rajekshah melakukan pengukuhan dewan hakim pada kegiatan pelaksanaan MTQ Yayasan Haji Anif ke 7 di Masjid Al Musannif Komplek Cemara Asri, Minggu (16/8/26). (Istimewa/Sumut Pos)
Ketua YHA H. Musa Rajekshah melakukan pengukuhan dewan hakim pada kegiatan pelaksanaan MTQ Yayasan Haji Anif ke 7 di Masjid Al Musannif Komplek Cemara Asri, Minggu (16/8/26). (Istimewa/Sumut Pos)

 

MEDAN, Sumutpos.jawapos.com – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Yayasan Haji Anif (YHA) ke-7 Tahun 2026 resmi digelar. Ketua YHA H. Musa Rajekshah membuka langsung ajang tersebut di Masjid Al Musannif, Kompleks Cemara Asri, Minggu (16/8/2026).

Pembukaan MTQ ditandai dengan pengukuhan para dewan hakim yang akan bertugas menilai penampilan para peserta. Tahun ini, penyelenggaraan MTQ YHA kembali mendapat antusiasme tinggi dengan jumlah peserta mencapai 600 orang.

Musa Rajekshah mengatakan, pelaksanaan MTQ YHA telah menjadi tradisi yang terus dijaga sejak pertama kali digagas almarhum Haji Anif pada 2019. Memasuki tahun ketujuh, ia berharap semangat tersebut tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi terus melahirkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.

Baca Juga: Ibu Korban MBG Amuk Sudaryono: “Racun Apa yang Dikasih ke Anak Saya?”

“Alhamdulillah, dengan izin Allah SWT hari ini kita bisa bersama-sama berkumpul kembali di Masjid Al Musannif. Tak terasa, MTQ yang kita laksanakan ini sudah yang ke-7. Artinya sudah tujuh tahun sejak pertama kali orang tua kami, almarhum Haji Anif, melaksanakannya pada 2019,” ujar Musa Rajekshah.

Ia menyampaikan, rangkaian MTQ YHA ke-7 akan berlangsung hingga 25 Agustus 2026. Pada hari yang sama, acara penutupan juga akan dirangkaikan dengan Haul ke-5 almarhum Haji Anif.

“Pada 25 Agustus 2026 nanti akan dilaksanakan penutupan MTQ YHA ke-7 sekaligus Haul ke-5 orang tua kami, almarhum Haji Anif yang berpulang ke rahmatullah,” katanya.

Peserta Bertambah, Persyaratan Diperketat

Menariknya, jumlah peserta tahun ini justru meningkat dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. Jika pada 2025 tercatat sekitar 500 peserta, tahun ini jumlahnya mencapai 600 peserta.

Menurut Musa Rajekshah, tingginya antusiasme tersebut menunjukkan bahwa minat generasi muda untuk mengikuti kegiatan yang berorientasi pada Al-Qur’an masih sangat kuat.

“MTQ kali ini sudah dibatasi, tetapi jumlah pesertanya justru bertambah. Tahun lalu 500 peserta dan tahun ini sebanyak 600 peserta. Alhamdulillah, antusias peserta tidak berkurang. Begitu pendaftaran dibuka, langsung ramai yang mendaftar,” jelas pria yang akrab disapa Ijeck tersebut.

Baca Juga: Disdukcapil Tebingtinggi Hadir di CFD, Dorong Warga Beralih ke Layanan Administrasi Digital

Berbeda dengan kompetisi pada umumnya, MTQ YHA memiliki ketentuan khusus. Peserta yang sebelumnya pernah menjadi juara pada MTQ tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun MTQ YHA tidak diperkenankan kembali mengikuti kompetisi tahun ini.

Kebijakan tersebut, kata Ijeck, merupakan bagian dari upaya memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta lain untuk berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka.

Ia juga mengingatkan para dewan hakim agar menjalankan tugas secara profesional, objektif dan jujur. Sebab, yang dinilai bukan sekadar kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga amanah yang melekat dalam proses tersebut.

“Kami berharap dewan hakim bekerja dalam memberikan penilaian dengan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya. Apapun itu, kita tidak hanya bersaksi di depan manusia, tetapi juga bersaksi kepada Allah SWT. Karena yang dibacakan anak-anak kita ini adalah Kalamullah,” tegasnya.

Bukan Sekadar Kompetisi

Bagi YHA, MTQ bukan hanya arena untuk mencari pemenang. Lebih jauh, kegiatan ini diarahkan sebagai ruang pembinaan generasi muda agar semakin dekat dengan Al-Qur’an dan memiliki karakter serta akhlak yang baik.

Baca Juga: Ratusan Pelajar Sosa Adu Cepat di Maraton HUT ke-81 RI, Polsek Sosa Kawal Ketat Rute

Ijeck berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi muda yang kelak menjadi pemimpin umat, ahli ilmu hingga ulama yang memiliki akhlak mulia.

“Mudah-mudahan ini menjadi penyemangat generasi muda kita ke depan. Bukan hanya untuk kehidupan dunia, tetapi juga sebagai bekal amal saleh di kehidupan akhirat,” ujarnya.

Ia menambahkan, semakin sering MTQ diselenggarakan, semakin besar pula peluang anak-anak muda untuk menjadikan membaca dan mempelajari Al-Qur’an sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, semangat tersebut juga merupakan bagian dari niat awal almarhum Haji Anif ketika menggagas MTQ dalam rangkaian kegiatan ulang tahunnya.

“Semakin sering dilaksanakan MTQ ini, akan menjadi bagian dari niat dan tujuan almarhum waktu itu, agar anak-anak semakin sering membaca Al-Qur’an dan semakin bersemangat membaca Al-Qur’an,” tutur Ijeck.

Menutup sambutannya, Musa Rajekshah menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, dewan hakim, peserta, orangtua dan masyarakat yang turut mendukung terselenggaranya MTQ YHA ke-7.

Ia berharap seluruh proses yang dijalankan dengan ketulusan tersebut menjadi amal kebaikan yang terus mengalir.

“Kami dari keluarga mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran panitia, seluruh dewan hakim, serta bapak dan ibu yang telah hadir dan ikut menyemarakkan acara ini. Semoga apa yang kita laksanakan ini dinilai Allah sebagai catatan amal baik yang bisa dihadiahkan untuk almarhum orang tua kami, Haji Anif,” pungkasnya.(rel/han)

Editor : Johan Panjaitan
dewan hakim generasi qurani mtq Yayasan Haji Anif