MEDAN, SUMUT POS- Sebanyak 11 unit bangunan di Kota Medan mengalami kerusakan sedang hingga parah akibat hujan deras disertai angin kencang pada Selasa (18/8/2026) malam. 11 bangunan tersebut tersebar di 6 lokasi yang berbeda.
"Data sementara, ada 11 bangunan di 6 lokasi yang mengalami kerusakan karena angin kencang dan hujan deras tadi malam," ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Yunita Sari kepada Sumut Pos, Rabu (19/8/2026).
Diungkapkan Yunita, adapun 11 bangunan rusak tersebut, yakni :
Baca Juga: Mobil Ketua DPRD Medan Tertimpa Pohon
• Lokasi Pertama
4 unit bangunan di Jalan STM Ujung Lingkungan XII, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Medan Johor. Total ada 5 Kepala Keluarga (KK) dan 16 jiwa terdampak. Di lokasi pertama tersebut, 4 unit bangunan yang rusak terdiri dari 3 buah rumah dan 1 bangunan tempat usaha. Kerusakan terjadi pada bagian ruang tamu, kamar, ruang tengah dan tempat usaha.
• Lokasi Kedua
1 uni rumah di Jalan Budi Pembangunan Lingkungan XXIV, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat. Total ada 1 KK dan 4 jiwa terdampak. Kerusakan terjadi pada bagian ruang tamu rumah.
• Lokasi Ketiga
1 unit rumah di Jalan Sei Bilal Lingkungan V, Kelurahan Babura Sunggal, Medan Sunggal. Total ada 1 KK dan 4 jiwa terdampak. Kerusakan terjadi pada bagian ruang tamu rumah.
• Lokasi Keempat
2 unit rumah di Jalan Bambu Lingkungan V, Kelurahan Durian, Medan Timur. Total ada 3 KK dan 7 jiwa terdampak. Kerusakan terjadi pada bagian ruang tamu, kamar, dan bagian tengah rumah.
• Lokasi Kelima
2 unit rumah di Jalan Gaperta Ujung Gg Bakti Lingkungan V, Kelurahan Tanjung Gusta, Medan Helvetia. Total ada 2 KK dan 6 jiwa terdampak. Kerusakan terjadi pada bagian ruang tamu dan kamar.
• Lokasi Keenam
1 unit rumah di Jalan Parawitayasa Gg Keluarga I, Kelurahan Tanjung Gusta, Medan Helvetia. Total ada 1 KK dan 2 jiwa terdampak. Kerusakan terjadi pada bagian ruang tamu.
"Telah kita lakukan pendataan untuk diberikan bantuan material bangunan seperti kayu dan seng. Sebab memang, rata-rata yang rusak merupakan bagian atap rumah yang terbang akibat terbawa angin kencang. Jumlah rumah yang rusak bisa terus bertambah, sebab pendataan masih terus dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak kecamatan," tutupnya. (map/ram)
Editor : Juli Rambe