MEDAN - Setelah menyelesaikan rangkaian cinema visit di sejumlah kota di Pulau Jawa, film Istimewa kini melanjutkan perjalanannya ke Pulau Sumatera. Kota Medan menjadi daerah pertama yang disambangi dalam rangkaian kunjungan bioskop tersebut.
Bertempat di Centre Point XXI Medan, Kamis (20/8/2026), sejumlah pemain dan produser film Istimewa hadir langsung menyapa penonton. Kehadiran mereka mendapat sambutan hangat dari masyarakat Medan yang antusias menyaksikan film drama keluarga tersebut.
Dalam kunjungan itu, hadir Yanni Melwani dan Prija Iska (Priijay), serta produser film Istimewa, Abdullah Mansuri yang akrab disapa Pak Mansuri atau Ayah Mans.
Kehadiran para pemain dan produser menjadi kesempatan bagi penonton untuk mengenal lebih dekat film yang mengangkat kisah enam anak di Rumah Istimewa dengan pesan tentang kemanusiaan, keluarga, penerimaan, dan ketulusan.
Baca Juga: Dosen UPMI Dorong Digitalisasi Ulos Lewat ThingLink dan Odoo
Produser film Istimewa, Abdullah Mansuri, mengatakan Medan dipilih sebagai kota pembuka perjalanan film tersebut di Sumatera karena memiliki arti penting dalam memperluas pesan kemanusiaan yang dibawa film.
“Kami sangat bersyukur dapat melanjutkan perjalanan Istimewa ke Pulau Sumatera, dan Medan menjadi kota pertama yang kami tuju. Respons luar biasa yang kami temukan di berbagai kota sebelumnya memperlihatkan bahwa pesan film ini sangat universal,” ujar Ayah Mans.
Menurutnya, setiap manusia memiliki perbedaan, kekurangan, dan cerita masing-masing. Namun, hal tersebut tidak seharusnya menjadi alasan untuk memberikan batasan terhadap seseorang.
“Kita semua memiliki perbedaan, kekurangan, serta cerita masing-masing. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita tidak menjadikan kekurangan sebagai cara untuk mendefinisikan seseorang,” katanya.
Baca Juga: Cegah Judol, Polres Paluta Sisir HP Personel hingga Periksa Sikap Tampang
Ayah Mans menambahkan, rangkaian cinema visit Istimewa tidak hanya ditujukan sebagai kegiatan promosi film. Lebih dari itu, kunjungan tersebut menjadi ruang refleksi bagi masyarakat untuk belajar melihat sesama manusia secara lebih terbuka dan menerima diri dengan segala kelebihan maupun kekurangan.
Sementara itu, Yanni Melwani yang berperan sebagai salah satu pemeran utama mengaku bahagia dapat bertemu langsung dengan penonton di Medan.
“Bertemu langsung dengan penonton di Medan memberikan energi yang luar biasa bagi kami. Setiap kota selalu meninggalkan kesan tersendiri, dan antusiasme di Medan membuktikan bahwa cerita tentang ikatan keluarga dan ketulusan di Rumah Istimewa ini mampu menyentuh hati penonton dari berbagai kalangan,” ungkap Yanni.
Ia berharap pesan yang disampaikan melalui film tersebut tidak berhenti ketika penonton meninggalkan studio bioskop.
Baca Juga: Kacabdis Wil XIII Nias Dorong Ketua Komite Sekolah dari Orang Tua, Bukan Pejabat
“Semoga pesan yang kami bawa dapat terus melekat di hati para penonton setelah keluar dari studio bioskop,” tambahnya.
Harapan serupa disampaikan Prija Iska (Priijay), Aldi, dan Anggi. Mereka berharap perjalanan Istimewa di Sumatera dapat menginspirasi masyarakat untuk melihat seseorang berdasarkan sisi kemanusiaannya, bukan berdasarkan keterbatasan fisik maupun kondisi yang dimiliki.
“Perjalanan film ini adalah tentang bagaimana kita membuka mata dan hati kita. Harapan saya, setelah menyaksikan Istimewa, penonton dapat semakin menghargai satu sama lain dan melihat bahwa setiap manusia memiliki keistimewaannya masing-masing,” kata Priijay.
Kisah Keluarga di Rumah Istimewa
Film Istimewa berkisah tentang lima anak dengan disabilitas, yakni Aldo (Aldi), Bimo (Bambang), Ken (Rein), Nita (Niatus), dan Mul (Mustofa), yang hidup sebagai sebuah keluarga di Rumah Istimewa bersama Pak Mahendra (Mathias Muchus).
Pak Mahendra merupakan sosok ayah yang penuh kasih. Sementara itu, Mbak Kinan (Yanni Melwani) hadir sebagai sukarelawan yang setia merawat mereka.
Konflik bermula ketika Pak Mahendra divonis menderita kanker. Demi tidak memperlihatkan kondisi dirinya yang semakin melemah kepada anak-anak, ia memilih pergi secara diam-diam.
Kepergian tersebut membuat anak-anak nekat melakukan perjalanan panjang untuk mencari sosok ayah yang mereka cintai.
Baca Juga: Kacabdis Wil XIII Nias Dorong Ketua Komite Sekolah dari Orang Tua, Bukan Pejabat
Dalam perjalanan, mereka bertemu Bagas (Ajil Ditto) dan Aji (Agus Kuncoro), yang kemudian membawa kisah mereka menjadi viral melalui panggung PWO bersama Ella (Salsabila Bella).
Perjalanan itu tidak hanya menjadi pencarian terhadap sosok ayah, tetapi juga menguji persahabatan, ketulusan, kesabaran, serta arti sebuah keluarga.
Setelah melewati berbagai rintangan, mereka akhirnya menemukan titik terang untuk kembali berkumpul dengan Ayah. Rumah Istimewa pun kembali berdiri, meski sebuah kehilangan kemudian mengajarkan bahwa tidak ada yang abadi di dunia selain kehidupan yang terus berjalan melalui kasih dan maaf.
Film Istimewa dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 17 September 2026.
Baca Juga: Trump Klaim Korut Punya 57 Senjata Nuklir, Tegaskan Tak Akan Membiarkannya
Film produksi Kairos Film tersebut menghadirkan sejumlah pemeran, di antaranya Mathias Muchus, Yanni Melwani, Mustofa, Niatus Sholihah, Zulfadli Aldiansyah, Rein, Bambang Ceper, Salsabila Bella, Ricky Komo, Fauzan Nasrul, Muhammad Fazzill Alditto (Ajil Ditto), Agus Kuncoro, dan Ence Bagus.
Melalui cerita yang humanis dan sarat nilai kekeluargaan, Istimewa mengajak penonton untuk melihat keistimewaan dalam diri setiap manusia serta memahami bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk membatasi seseorang. (rel/tri)
Editor : Redaksi