MEDAN, Sumutpos.jawapos.com – Warga Sumatera Utara (Sumut) diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi dalam tiga hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Sumut masih fluktuatif, dengan peluang hujan berintensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
Hujan berpotensi turun sejak pagi hingga malam hari. Kondisi tersebut terutama diprakirakan terjadi di wilayah pantai timur dan kawasan pegunungan Sumut.
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan, Defri Mandoza, mengatakan kondisi cuaca tersebut dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer yang sedang berkembang di sekitar wilayah Sumatera Utara.
Baca Juga: RPN-BPDP-Ditjenbun: Salah Pilih Bibit, Pekebun Bisa Menanggung Kerugian Bertahun-tahun
“Untuk tiga hari ke depan, sebagian besar wilayah Sumut diprakirakan masih didominasi kondisi cuaca yang fluktuatif dengan potensi hujan ringan hingga lebat, yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang,” ujar Defri kepada Sumut Pos di Medan, Minggu (20/9).
Menurutnya, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah keberadaan daerah tekanan rendah di Laut Andaman. Kondisi itu memicu terbentuknya daerah pertemuan dan belokan angin serta konvergensi di wilayah Sumut.
Selain dinamika angin, kelembapan udara yang cukup tinggi juga menjadi faktor pendukung pertumbuhan awan konvektif. Pasokan udara basah membuat pembentukan awan hujan berpotensi berlangsung lebih aktif.
“Suhu muka laut yang hangat di perairan sekitar Sumatera Utara juga meningkatkan proses penguapan,” jelasnya.
Untuk kondisi umum, suhu udara di Sumut diprakirakan berkisar antara 17 hingga 33 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berada pada kisaran 60 hingga 100 persen.
Warga Lereng Gunung dan Bantaran Sungai Diminta Waspada
Dengan potensi hujan yang dapat berlangsung di berbagai waktu, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan ancaman bencana yang dapat menyertainya.
Warga yang tinggal di kawasan rawan, terutama di lereng gunung, tepi tebing, dan bantaran sungai, diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan banjir maupun tanah longsor.
“Karena itu, kami mengimbau warga Sumut agar waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan, terutama yang tinggal di lereng gunung, tepi tebing maupun bantaran sungai,” katanya.
Kewaspadaan juga diperlukan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan saat hujan turun. Pengendara di jalan raya diminta mengantisipasi kondisi jalan licin dan berkurangnya jarak pandang.
Baca Juga: Kejari Langkat Bantah Pengakuan Saiful Abdi soal Tekanan Akui Terima Rp50 Juta
Selain itu, hujan yang disertai angin kencang juga berpotensi menyebabkan pohon tumbang maupun papan reklame roboh. Kondisi tersebut dapat membahayakan pengguna jalan sehingga pengendara diimbau meningkatkan kehati-hatian dan menyesuaikan kecepatan dengan kondisi cuaca.
“Para pengendara di jalan raya juga diimbau agar berhati-hati terhadap jalanan licin, berkurangnya jarak pandang, serta potensi pohon tumbang atau papan reklame roboh akibat angin kencang saat hujan melanda,” pungkas Defri. (dwi/han)
Editor : Johan Panjaitan