MEDAN, Sumutpos.jawapos.com – Seperempat abad bukan perjalanan singkat bagi sebuah perusahaan media. Selama 25 tahun, Sumut Pos tumbuh melewati berbagai perubahan zaman, dari era media cetak hingga memasuki lanskap digital yang bergerak semakin cepat.
Momentum tersebut diperingati Sumut Pos bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25, Kamis (1/10/2026). Perayaan digelar sederhana namun penuh keakraban di Gedung Graha Pena, Jalan Sisingamangaraja, Medan, dan dihadiri jajaran direksi serta karyawan Sumut Pos.
Bagi jajaran manajemen, peringatan ulang tahun bukan sekadar seremoni. HUT ke-25 menjadi ruang untuk menengok kembali perjalanan panjang Sumut Pos sekaligus membaca tantangan yang terbentang di depan.
Baca Juga: Prancis Vs Italia: Olise dan Tonali Adu Kreativitas
Direktur Utama PT Media Medan Pers, penerbit Sumut Pos, Pandapotan MT Siallagan, mengatakan usia 25 tahun menunjukkan perjalanan panjang yang telah dilalui perusahaan.
“Usia 25 tahun bagi Sumut Pos bukan waktu yang pendek. Usia ini sudah cukup panjang bagi perusahaan. Banyak cerita dan kisah yang kita lalui dalam membangun Sumut Pos ini,” katanya.
Menurut Pandapotan, perjalanan tersebut juga mempertemukan berbagai generasi di lingkungan kerja Sumut Pos. Sebagian karyawan telah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan sejak awal berdiri, sementara sebagian lainnya bergabung ketika industri media telah memasuki era digital.
“Sebagian dari kita ada yang sebagai pelaku sejarah sejak 25 tahun silam hingga saat ini. Tetapi ada juga yang baru bergabung di era digitalisasi ini, sehingga perbedaan kultur kerja juga berbeda,” ujarnya.
Karena itu, Pandapotan mengajak seluruh karyawan menjadikan HUT ke-25 sebagai momentum refleksi. Bukan hanya melihat apa yang telah dicapai, tetapi juga memahami perubahan besar yang sedang berlangsung di industri media.
“Memang banyak hal yang terjadi, situasi perubahan yang kita lihat saat ini. Tetapi kita patut bersyukur di tengah berbagai tantangan dinamika industri pers saat ini, Sumut Pos masih tetap eksis,” katanya.
Baca Juga: Ikan Cupang Mendadak Loyo dan Tak Doyan Makan, Ini Penyebabnya
Ia menilai keberlangsungan Sumut Pos selama seperempat abad merupakan sesuatu yang patut disyukuri. Sebab, industri media mengalami perubahan besar seiring berkembangnya teknologi digital. Sejumlah media konvensional harus menghadapi tekanan berat, termasuk pada masa pandemi Covid-19.
“Sumut Pos masih tetap eksis, bisa bertahan, konsisten hadir di tengah-tengah pembaca di tengah industri serupa yang satu per satu mengakhiri kisahnya. Bersyukur kita bisa bertahan,” ujarnya.
Tak Bisa Melawan Zaman
Namun, bertahan saja tidak cukup. Pandapotan menegaskan perubahan teknologi menuntut industri media untuk terus beradaptasi.
Disrupsi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh dan mengonsumsi informasi. Kondisi itu membuat media harus mengembangkan pola kerja baru tanpa meninggalkan kualitas jurnalistik sebagai fondasi utama.
Menurutnya, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Media harus mampu hadir di berbagai platform sekaligus menyesuaikan pola kerja jurnalistik dengan karakter pembaca yang terus berubah.
“Media tidak bisa melawan zaman. Perkembangan teknologi terus bergerak cepat. Mau tidak mau kita harus mengikuti arus itu dengan tetap menjaga kualitas produk,” tegasnya.
Baca Juga: Polres Batu Bara Gagalkan Keberangkatan Lima Calon PMI Ilegal ke Malaysia
Karena itu, ia mendorong penguatan kerja jurnalistik sekaligus pengelolaan media multiplatform. Perubahan teknologi, kata dia, tidak boleh membuat kualitas jurnalistik ikut menurun.
“Jurnalis konvensional harus berkualitas dan pengelolaan media multiplatform juga harus berkualitas,” ujarnya.
Bagi Sumut Pos, usia 25 tahun sekaligus menjadi penanda bahwa perjalanan belum selesai. Tantangan industri media terus berubah, sehingga keberlangsungan perusahaan akan sangat bergantung pada kemampuan beradaptasi, menjaga kualitas, dan tetap relevan dengan kebutuhan pembaca.
Peringatan HUT ke-25 kemudian ditutup dengan pemotongan kue ulang tahun. Secara khusus, kesempatan tersebut diberikan kepada karyawan yang telah mengabdikan diri selama 25 tahun di Sumut Pos.
Mereka menjadi bagian dari perjalanan panjang yang membawa Sumut Pos melewati berbagai fase industri media hingga bertahan di tengah derasnya arus perubahan digital. (dwi)
Editor : Johan Panjaitan