MEDAN, SUMUT POS- Hujan deras yang mengguyur Kota Medan sepanjang Minggu (11/10/2026) malam hingga Senin (12/10/2026) dinihari, membuat sejumlah wilayah di Kota Medan dilanda banjir.
Banjir yang terjadi bukan hanya menggenangi sejumlah ruas jalan, tetapi juga turut menggenangi sejumlah permukiman warga. Alhasil, tidak kurang dari 45 orang terpaksa harus mengungsi.
"Tadi malam sebanyak 45 orang terpaksa harus mengungsi. 45 orang ini berada di dua lokasi berbeda," ucap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Yunita Sari kepada Sumut Pos, Senin (12/10/2026).
Baca Juga: Billy Syahputra Siapkan Langkah Hukum karena Wajah Anaknya Dipublish
Dikatakan Yunita, setidaknya ada dua kelurahan yang paling terdampak banjir, yakni Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor dan Kelurahan Beringin. Kecamatan Medan Selayang.
Untuk di Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, warga yang mengungsi sebanyak 35 orang. Terdiri dari anak-anak sebanyak 10 orang, dewasa 20 orang, dan lansia sebanyak 5 orang. Warga Kelurahan Kwala Bekala tersebut mengungsi di Masjid Muttaqin.
"Untuk di Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang, warga yang mengungsi sebanyak 10 orang. Terdiri dari 3 orang anak-anak, 5 orang dewasa dan 2 orang lansia. Warga Kelurahan Beringin tersebut mengungsi di Masjid Al Qomar," ujarnya.
Dijelaskan Yunita, pihak BPBD Kota Medan langsung memberikan bantuan berupa nasi tanggap kepada para pengungsi. Meskipun pada Senin (12/10) pagi, kondisi banjir perlahan mulai surut.
"Kita minta kepada warga yang mengungsi untuk tidak terburu-buru kembali ke rumahnya masing-masing. Untuk nasi tanggap tentu sudah kita siapkan di pengungsian, berikut sejumlah hal yang mungkin dibutuhkan," jelasnya.
Diterangkan Yunita, hujan bukan hanya terjadi di Kota Medan, tetapi juga di wilayah pegunungan. Akibatnya, sejumlah sungai di Kota Medan mengalami kenaikan permukaan air.
Adapun sejumlah sungai di Kota Medan yang mengalami kenaikan permukaan air, yakni Sungai Deli setinggi 60cm, Sungai Babura setinggi 120cm, Sungai Sunggal setinggi 80cm, dan Sungai Denai setinggi 50cm.
"Selain di Kelurahan Beringin dan Kelurahan Kwala Bekala, terdapat juga sejumlah permukiman yang tergenang. Tetapi karena genangannya tidak tinggi, maka banyak masyarakat yang memilih bertahan di rumahnya masing-masing," terangnya.
Yunita Sari memastikan, pihaknya terus melakukan monitoring terhadap ketinggian permukiman air sungai-sungai yang ada di Kota Medan.
"Kita juga terus memantau kondisi hujan di wilayah pegunungan. Kita berharap, masyarakat Kota Medan, khususnya yang tinggal di sekitar aliran sungai agar tetap waspada karena curah hujan diprediksi maish tetap tinggi dalam beberapa hari kedepan," tutupnya. (map/ram)
Editor : Juli Rambe