Targetkan 1.000 Mobil, Revora 2026 Angkat Potensi Otomotif Medan

Triadi Wibowo • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 09:55 WIB
Ari Ridwan dan Muhammad David bersama sejumlah pecinta otomotif di Sekata Kopi, Jalan Sei Batu Ging-Ging, Medan, Minggu (1/11/2026).
Ari Ridwan dan Muhammad David bersama sejumlah pecinta otomotif di Sekata Kopi, Jalan Sei Batu Ging-Ging, Medan, Minggu (1/11/2026).

 

MEDAN, SUMUTPOS - Ribuan pasang mata diprediksi akan tertuju ke kawasan Lapangan Merdeka Medan pada 6 November mendatang. Sebanyak 1.000 mobil ditargetkan berkumpul dalam Revora 2026, sebuah perhelatan yang memadukan komunitas otomotif, kreativitas anak muda, hiburan, hingga geliat ekonomi kreatif Kota Medan.

Mengusung konsep karnaval otomotif dan lifestyle, kegiatan ini akan berlangsung mulai pukul 18.00 hingga 00.00 WIB. Tidak sekadar menjadi ajang berkumpulnya pecinta mobil, Revora juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi komunitas sekaligus memperkenalkan potensi industri otomotif lokal kepada masyarakat luas.

Founder Revora, Ari Ridwan, mengatakan nama Revora merupakan singkatan dari Revolution Aura. Istilah tersebut terinspirasi dari bahasa anak muda atau Generasi Z yang menggambarkan sesuatu yang luar biasa, melampaui ekspektasi, dan membutuhkan usaha untuk mewujudkannya.

Baca Juga: Kapolres Batu Bara Tinjau SD Negeri 16 Bandar Rahmat, Siapkan Renovasi Atap Rusak

Menurut Ari, aura bukan semata-mata berkaitan dengan kemewahan, melainkan sesuatu yang memiliki nilai, menarik, serta lahir dari usaha dan kreativitas. Sementara revolusi dalam konsep Revora lebih mengarah pada perubahan cara menghadirkan pertemuan komunitas otomotif dalam skala besar.

"Kalau disederhanakan, ini seperti nongkrong mobil akbar, khususnya untuk anak-anak Medan. Target kita bisa menghadirkan 1.000 mobil," ujar Ari di Sekata Kopi, Jalan Sei Batu Ging-Ging, Medan, Minggu (1/11/2026).

Untuk mendukung kegiatan tersebut, panitia telah mendapatkan akses penggunaan sejumlah ruas jalan di kawasan ikonik Kota Medan, mulai dari Kesawan hingga Pos Bloc, termasuk area Lapangan Merdeka. Pemanfaatan kawasan tersebut diharapkan memberikan pengalaman berbeda bagi peserta maupun masyarakat yang datang berkunjung.

Baca Juga: SMP Negeri 3 Tanjung Morawa Gelar Pelatihan Jurnalistik, Cetak Penulis Muda Yang Kritis Dan Kreatif

Ari menjelaskan, gagasan Revora sebenarnya telah dibicarakan bersama sejumlah rekannya sejak dua tahun lalu. Awalnya, mereka berencana menggelar underground car meet yang lebih menyasar kalangan komunitas otomotif.

Namun, seiring perkembangan konsep, muncul keinginan untuk menghadirkan kegiatan yang lebih terbuka dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.

"Kami berpikir kenapa tidak membuat kegiatan yang bisa dinikmati semua orang di Medan. Kami ingin menggunakan kawasan yang menjadi ikon Kota Medan dan menunjukkan bahwa Medan memiliki potensi otomotif yang luar biasa serta tidak kalah dengan kota-kota lainnya," katanya.

Baca Juga: Wabup Sergai: Nilai Kepramukaan Jangan Berhenti pada Seremonial, Harus Tercermin dalam Kehidupan Sehari-hari

Lebih jauh, Ari menyebut Revora juga membawa misi memperlihatkan besarnya potensi industri otomotif sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, ekosistem otomotif tidak hanya berkaitan dengan penjualan kendaraan atau komunitas mobil. Di dalamnya terdapat berbagai sektor usaha yang melibatkan banyak pelaku UMKM, mulai dari bengkel kecil, usaha modifikasi atau custom, hingga bisnis pendukung lainnya.

"UMKM itu tidak semuanya berbicara tentang makanan dan minuman. Bengkel kecil juga UMKM. Pelaku bisnis otomotif lainnya, usaha custom, hingga dropshipper juga bagian dari UMKM. Industri ini memiliki potensi yang sangat besar," jelasnya.

Melalui Revora, pihaknya ingin memberikan ruang bagi pelaku usaha otomotif lokal untuk memperluas jaringan, memperkenalkan produk, serta membuka peluang bisnis dan kolaborasi baru.

Baca Juga: Festival Hadroh MUI Tebingtinggi Diikuti 13 Grup, Wakapolres Perkuat Sinergi dengan Ulama dan Masyarakat

Dukungan terhadap penyelenggaraan Revora juga datang dari Muhammad David, pendiri sekaligus pemilik Sekata Kopi dan inisiator Sekata Media. Ia melihat kegiatan tersebut sebagai ruang untuk mendukung perkembangan berbagai skena kreatif di Kota Medan, khususnya komunitas otomotif.

David mengatakan keterlibatannya bersama sejumlah rekan berawal dari perbincangan dengan Ari dan Afif Abdillah di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Ari menyampaikan keinginannya untuk menghadirkan 1.000 mobil dalam satu kegiatan di Medan.

Menurut David, gagasan tersebut menarik dan layak mendapat dukungan karena Medan memiliki komunitas serta potensi otomotif yang dapat terus dikembangkan.

"Posisi kami di sini lebih kepada mendukung Ari. Seperti yang biasa kami lakukan terhadap skena-skena lainnya, kami ingin memberikan support. Ketika Ari menyampaikan mimpinya untuk mengumpulkan 1.000 mobil di Medan, menurut kami itu keren dan menjadi sesuatu yang perlu didukung," ujar David.

Baca Juga: Enam Hari Operasi Patuh Toba 2026, Polda Sumut Catat 6.046 Teguran dan Penindakan

Menariknya, Revora tidak membatasi merek maupun jenis kendaraan yang dapat berpartisipasi. Seluruh pemilik mobil memiliki kesempatan untuk bergabung, baik kendaraan standar maupun yang telah mengalami modifikasi.

Ari menegaskan, setiap kendaraan memiliki nilai tersendiri bagi pemiliknya. Karena itu, panitia ingin memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta untuk menunjukkan kebanggaan dan kreativitas mereka.

"Mobilnya umum, tidak ada batasan merek atau jenis. Bahkan ada yang bertanya apakah mobil yang sudah dimodifikasi boleh ikut? Saya bilang, itu mobilmu, sesuatu yang kamu punya dan kamu banggakan. Kalau memang bagus dan keren, silakan dibawa. Kami tidak membatasi modifikasi," katanya.

Selain pameran dan pertemuan komunitas otomotif, Revora juga menyiapkan sejumlah aktivitas interaktif yang melibatkan brand pendukung. Salah satunya pemasangan aksesori atau lampu mobil secara langsung oleh sponsor pada kendaraan pengunjung yang terpilih selama kegiatan berlangsung.

Baca Juga: Dari Kekhawatiran hingga Solusi, Komisaris PLN Berdialog dengan Pengguna Mobil Listrik di Medan

Konsep tersebut diharapkan memberikan pengalaman berbeda karena pengunjung berkesempatan mendapatkan pemasangan produk secara langsung di lokasi acara.

Suasana kegiatan juga akan diramaikan hiburan musik melalui panggung yang didukung Icos, serta berbagai aktivasi dari brand lainnya. Panitia turut menghadirkan fasilitas refleksi kaki bagi pengunjung yang ingin beristirahat setelah berkeliling menikmati deretan kendaraan. Layanan tersebut tersedia dengan pilihan gratis maupun berbayar.

Dari sisi partisipasi, Ari menjelaskan biaya pendaftaran peserta ditetapkan sebesar Rp517. Angka tersebut dipilih bukan semata-mata sebagai biaya masuk, melainkan memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan identitas Kota Medan.

Ia mengungkapkan, ide tersebut merupakan masukan dari rekan-rekannya. Penyelenggara ingin menetapkan biaya yang terjangkau agar peserta tetap menghargai persiapan dan aturan kegiatan, tanpa harus membebani masyarakat dengan biaya pendaftaran yang tinggi.

"Kami tidak ingin acara ini gratis karena terkadang sesuatu yang gratis dianggap sepele. Tetapi saya juga tidak mau memberatkan orang. Jadi, akhirnya muncul angka Rp517. Pendaftarannya lewat Aplikasi Sefrekuensi yang dibangun oleh anak Medan, Muhammad Salman. Kegiatan ini disponsori oleh MAV, Bang Leo (Leocadspeed)," ungkapnya.

Ari berharap Revora dapat menjadi salah satu kontribusi positif untuk Kota Medan. Meski bukan berasal dari Medan, ia mengaku memiliki kedekatan dengan kota ini karena telah memberikan banyak kesempatan, pertemanan, dan pengalaman yang membuka berbagai peluang baginya.

Karena itu, melalui Revora, ia ingin mengangkat sisi positif Medan sekaligus menunjukkan bahwa kreativitas anak muda dan komunitas lokal memiliki potensi besar untuk berkembang dan dikenal lebih luas.

"Kami ingin berupaya menaikkan nama Kota Medan melalui kreativitas anak-anak mudanya," tutup Ari. (tri)

Editor : Redaksi
Revora 2026 Komunitas Otomotif Anak Muda Medan ekonomi kreatif lapangan merdeka medan