Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Dugaan Korupsi di Pertamina, CERI Minta Pidsus Kejagung Panggil Ahok

Redaksi Sumutpos • Minggu, 2 Maret 2025 | 11:00 WIB
Basuki Tjahaya Purnama. (Facebook)
Basuki Tjahaya Purnama. (Facebook)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO - Center of Energy Resources Indonesia (CERI) meminta Pidsus Kejagung memanggil Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok untuk membongkar kasus korupsi di Pertamina. Sebab, Ahok merupakan mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) periode 25 November 2019-2 Febuari 2024 telah meyatakan bersedia membuka modus operandi pengadaan minyak mentah.

Pidsus Kejagung sedang sidik dugaan permainan pengadaan BBM, LPG, dan aditif serta lainya periode 2018. "Jika dia dipanggil Tim Pidsus harusnya perlu diapresiasi dan didukung penuh," kata Direktur Eksekutif CERI, Yusri Usman, dalam rilis yang diterima wartawan, Minggu (2/3/2025).

Yusri menegaskan, jika ada pihak pihak yang skeptis atau bahkan menyerang Ahok kenapa sekarang baru bicara dulu ngapian saja? Maka patut diduga orang tersebut tak paham bagaimana kondisi Ahok semasa menjabat sebagai Komut Pertamina telah dikeroyok banyak pihak di internal Pertamina maupun pihak eksternal.

"Maka kami perlu memberikan beberapa catatan khusus sebagai berikut. Kami sangat percaya terhadap kredibilitas Ahok sebagai Komut Pertamina. Sebab selama dia menjabat sebagai Komut Pertamina ada sekitar 50 surat CERI dan pesan WhatsApp (WA) yang kami sampaikan langsung ke nomor Ahok terkait temuan kami atas dugaan penyimpangan proses bisnis dari hulu ke hilir di Pertamina Group ternyata tidak lebih dari 24 jam semuanya pertanyaan telah. direspon dengan baik dengan tindak lanjut untuk memperbaikinya. Kami sangat mengapresiasinya," ujarnya.

Lalu, berdasarkan hal-hal tersebut, selama pihaknya mengamati proses bisnis Pertamina sejak tahun 2014 sd 2024. "Maka kami dengan berani menyatakan bahwa Ahok adalah Komisaris Utama Pertamina terbaik dalam mengawasi kinerja Pertamina agar menjadi baik, meskipun banyak kebijakan dia tak jalan di dalam pelaksanaanya, sebab terkesan Kementerian BUMN juga tak sejalan dengan konsep Ahok dalam memperbaiki proses bisnis Pertamina agar lebih transparan dan akuntable," tegasnya.

"Kami juga berharap Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung untuk segera mengundang Basuki Tjahaya Purnama untuk mengungkap apa yang dia ketahui agar semakin terang benderang peristiwa pidana yang sudah berhasil diungkap oleh kerja profesional penyidik Pidsus Kejagung," katanya lagi.

Lanjut Yusri, pihaknya sangat berharap Ahok berani mengungkap dihadapan Penyidik Pidsus Kejagung apa isi pembicaraan dalam pertemuan di rumah Ricardo Galael sekitar tahun 2023 yang katanya dihadiri utusan khusus yang sangat berpengaruh di kementerian agar Ahok tutup mata dalam proses bisnis pengadaan minyak mentah dan BBM. Saat itu katanya Ahok menolak mentah mentah ajakan itu yang membuat semua kecewa atas sikap Ahok tersebut.

"Keberanian dan kejujuran Ahok sangat dinanti oleh rakyat Indonesia agar bisa mengungkap benang merah bagan struktur hasil pemetaan orang orang yang diduga terlibat dalam proses bisni impor minyak di Pertamina telah beredar luas di media sosial," tutupnya. (dek)

Editor : Redaksi
#ceri #dugaan korupsi Pertamina #ahok