JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Presiden Prabowo Subianto telah menuntaskan
misi berkonsultasi dengan lima pemimpin negara terkait isu konflik di Jalur Gaza.
Dia menyebut, akan ada terobosan sikap dari Indonesia pasca konsultasi tersebut.
”Alhamdulillah kita dapat update yang jernih, kita berharap mungkin dalam waktu dekat akan ada terobosan ke arah yang baik,” ujarnya dalam keterangan resmi di Amman, Jordania, Senin (15/4) malam waktu setempat.
Namun, Prabowo belum membeberkan maksud terobosan itu. Dia hanya menyebut masih mempertimbangkan sejumlah langkah. Yang pasti, dalam perbincangan dengan Raja Yordania Abdullah II bin Al-Hussein, keduanya sepakat membantu Palestina dari sisi kemanusiaan. Juga, mendesak gencatan senjata.
Selain Jordania, Prabowo sebelumnya melawat Uni Emirat Arab, Turki, Mesir,
dan Qatar. Salah satu isu yang dibawa adalah rencana mengevakuasi 1.000 warga Gaza ke Indonesia.
Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Budi Gunawan menambahkan, belum ada keputusan soal evakuasi warga Gaza. Presiden, katanya, akan mengumpulkan jajaran lebih dahulu.
Skenario AS-Israel
Sementara itu, pakar hubungan internasional Hikmahanto Juwana mengingatkan,
banyak pihak khawatir atas rencana pemerintah tersebut.
Sebab, rencana tersebut merupakan skenario Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk memindahkan warga Palestina dari Gaza secara permanen.
“Sebenarnya kekhawatiran itu valid. Karena timing-nya tidak pas. Kenapa? Karena bersamaan dengan (Presiden AS) Donald Trump mengenakan tarif yang tinggi ke Indonesia. Nah, (sementara) Indonesia kan minta diturunkan,”
paparnya pada Jawa Pos.
Tak heran, lanjut dia, bila kemudian banyak pihak yang berpikir rencana Prabowo itu bargaining chip antara AS dan Indonesia. Sebab, Trump pernah menyebut akan merelokasi warga Gaza dengan alasan bakal mengembangkan daerah itu secara ekonomi.
(far/mia/wan/ttg/jpg/han)