SUMUTPOS.CO- Presiden Prabowo bersama enam menteri koordinator Kabinet Merah Putih hadir dalam acara town hall meeting Danantara, di JCC, Senin (28/4/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo sempat menegur direksi BUMN. Walaupun tidak diketahui alasan teguran dimaksud.
"Ya tertutup karena saya banyak negur juga direksi-direksi," kata Prabowo usai acara town hall meeting Danantara. Namun, Prabowo enggan merinci apa saja hal yang ditegur. Termasuk, siapa saja jajaran direksi BUMN yang kena tegur tersebut.
"Kan gak enak sama teman media bila hal itu diungkap ke publik," ungkapnya lagi.
CEO Badan Penanaman Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Rosan Roeslani mengatakan sebanyak 844 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) resmi bergabung dengan lembaga tersebut.
"Sejak 21 Maret, seluruh BUMN yang berjumlah 844 ini sudah resmi menjadi bagian dari Danantara Indonesia," kata Rosan dalam Townhall Danantara di JCC Senayan Jakarta, Senin (28/4).
Rosan mengatakan pembentukan Danantara adalah penjabaran Pasal 33 UUD 1945 yang menekankan perekonomian disusun atas asas kekeluargaan.
Mekanisme pasar tetap dihormati, sambungnya, tetapi negara juga berhak mengintervensi jika mekanisme pasar melenceng.
"Oleh sebab itu kehadiran Danantara adalah sebuah bentuk konkret kehadiran pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depannya," katanya.
Danantara secara resmi berdiri pada 24 Februari 2025. Badan ini dipersiapkan untuk mengelola aset hingga US$980 miliar atau setara Rp15.978 triliun.
Rosan mengatakan menyatakan pemerintah berhasil mengantongi investasi sebesar US$4 miliar atau setara Rp67 triliun dari Qatar.
Dana investasi itu didapat dari kesepakatan bersama antara Danantara dan pemerintah Qatar lewat Qatar Investment Authoriy (QIA).
Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menanggapi rencana Danantara yang tengah mempersiapkan langkah untuk masuk ke pasar modal Indonesia sebagai liquidity provider. Menurutnya, kehadiran Danantara akan memperkuat pasar modal nasional.
"Kami melihat Danantara sebagai investor institusi domestik besar yang memiliki peran strategis. Saat ini, basis investor ritel kita sudah cukup kuat. Indeks kita belakangan ini banyak ditopang oleh investor ritel. Jika kehadiran Danantara turut memperkuat pasar, tentu akan memperkuat pula basis investor domestik kita," ujar Jeffrey kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Senin (28/4/2025). (bbs/ram)
Editor : Juli Rambe