MAKKAH-Menjelang kedatangan kloter pertama jemaah haji Indonesia di Madinah pada 2 Mei, seluruh infrastruktur dan sistem layanan telah disiapkan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Madinah.
Kepala Daker Madinah M. Luthfi Makki memastikan seluruh tim sudah berada di posisi masing-masing dan siap menjalankan tugas.
Makki menyatakan, bahwa pembagian layanan sudah dirancang dalam sistem tujuh sektor operasional. Mencakup lima sektor untuk wilayah pemondokan, sektor khusus Masjid Nabawi, dan sektor khusus miqat Bir Ali.
Sebanyak 240 petugas haji telah diterjunkan untuk mendampingi jemaah di Madinah, diperkuat dengan 112 tenaga pendukung yang berasal dari unsur mukimin dan mahasiswa Indonesia yang bermukim atau belajar di Timur Tengah.
Para petugas ini telah disiapkan secara khusus untuk mendampingi jemaah dalam berbagai aspek pelayanan, mulai akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga perlindungan dan kesehatan.
Makki menjelaskan, seluruh sektor akan langsung aktif sejak hari pertama kedatangan jemaah dengan skenario layanan yang sudah dimatangkan melalui koordinasi lintas tim. Para petugas, kata dia, telah dibekali SOP yang menyesuaikan dengan dinamika di lapangan, terutama untuk menghadapi kondisi padat seperti di area Masjid Nabawi dan wilayah pemondokan di kawasan Markaziyah.
Menurut dia, lima sektor dikerahkan untuk menangani 95 hotel yang telah disiapkan di tiga wilayah utama Madinah, yaitu Markaziyah Syamaliyah (utara), Markaziyah Janubiyah (selatan), dan Markaziyah Ghorbiyah (barat) Masjid Nabawi.
Sektor lainnya mengelola layanan di Bir Ali, tempat jemaah berniat ihram, dan sektor khusus Masjid Nabawi. Seluruh titik telah dipetakan secara detail untuk mempermudah navigasi jemaah dan memastikan semua kloter mendapatkan perlakuan yang adil dan aman.
Selain akomodasi, layanan konsumsi juga menjadi fokus penting dalam skenario Daker Madinah. Makki memastikan bahwa 21 dapur konsumsi sudah siap melayani kebutuhan makan jemaah, yakni tiga kali makan per hari selama sembilan hari masa tinggal.
Dia juga menyebut, bahwa penyedia dapur sudah melalui proses seleksi dan telah berkoordinasi intensif untuk menghindari gangguan layanan di hari-hari awal kedatangan.
Makki mengimbau seluruh jemaah tidak khawatir dengan pelayanan yang diberikan selama di Madinah. Semua sistem, kata dia, sudah didesain untuk menjamin kenyamanan dan keamanan jemaah sejak tiba hingga mereka bergerak menuju Makkah.
Namun, dia tetap meminta jemaah mempersiapkan kondisi fisik dan mental serta mengikuti semua arahan petugas di lapangan.
”Cuaca di Madinah saat ini cukup panas. Kami mohon jemaah menjaga kesehatan, banyak minum air, dan tidak memaksakan diri untuk aktivitas berat di hari-hari awal,” ujarnya.
Dia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan antarkloter dan sesama jemaah selama berada di Tanah Suci. Dengan seluruh elemen layanan yang sudah disiapkan, Daker Madinah menyatakan siap menyambut kloter pertama jemaah haji Indonesia 2025. Harapannya, semua proses penyambutan berjalan tertib dan menjadi awal baik bagi perjalanan ibadah haji para jemaah. (wan/oni/jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan