PADANG PANJANG, SUMUTPOS.CO—Kecelakaan satu unit bus PO ALS trayek Medan – Bekasi terguling di depan Puskesmas Bukitsuruangan, sekitar pukul 08.15 WIB, Selasa (6/5/2025).
Informasi yang dihimpun dari tempat kejadian peristiwa (TKP), bus bernomor polisi (nopol) B 7512 FGA itu tampak meluncur dalam kecepatan sedang di penurunan sebelum Terminal Regional Bukitsuruangan.
Bus yang berisikan 30 penumpang, dua kernet dan satu supir serap itu seharusnya belok kiri masuk ke terminal. Namun terus meluncur tanpa mengurangi kecepatan, sehingga menghantam beton taman pemisah jalur dua di TKP.
Akibatnya, bus terguling dan meluncur di aspal. Baru terhenti setelah menghantam tembok pagar rumah masyarakat di sisi kiri jalan dengan posisi rebah miring ke kiri.
Salah seorang saksi mata di TKP, Mak Yus, 59, melihat satu orang tergeletak di trotoar, di depan bus yang sudah terlihat remuk bagian depannya. Selain itu satu orang lainnya melompat keluar dari jendela bus dan berjalan menyeberang ke jalur kanan.
”Saya hendak membayar pajak kendaraan. Tidak jadi karena mendengar suara gaduh seperti kecelakaan. Begitu sampai di dekat mobil, ada seorang laki-laki dalam keadaan muka dan badan penuh darah. Satu orang turun melalui jendela,” tutur Mak Yus di warung di sekitar TKP.
Satu saksi lainnya asal Panyalaian yang ditemui di TKP, Hendri, 38, mengatakan bus yang dikemudikan Muhammad Seu Sibuan, 50, itu sebelum kejadian sempat terlihat berhenti di Jorong Bintungan, Nagari Panyalaian. Terlihat kondisi bus pada roda bagian belakang mengeluarkan asap, yang diduganya akibat rem yang terlalu panas.
”Mungkin karena panas, sehingga roda belakang saya lihat sampai berasap. Cukup lama berhenti di situ, kemudian melanjutkan perjalanan turun di Simpang MTsN menuju arah terminal. Saya mengetahui kejadian sekitar satu jam setelah bus itu melanjutkan perjalanan,” ungkap Hendri.
Salah seorang kernet bus ”maut” tersebut, Feri Sahan, 34, menyebut tidak mengetahui adanya gangguan pada rem. Sejak naik dari Panyabungan, bus terkahir berhenti yang diketahuinya di Sanjai, Bukittinggi, setelah istirahat makan dan pergantian sopir.
”Usai makan di Bukittinggi, sopir satu mengambil alih kemudi. Selepas dari sana, saya tidur dan terbangun saat mobil terguling. Posisi saya saat kejadian, tertimpa sejumlah penumpang, sehingga pingsan dan baru sadar kembali setelah di rumah sakit ini,” ujar Feri yang mengalami rasa sakit di rusuk kanannya, serta luka lecet di kaki dan tangan.
Evakuasi ke RSUD dan RS Yarasi
Kasat Lantas Polres Padangpanjang Iptu Jamalluddin di Mapolres mengungkapkan sesuai dengan laporan yang telah diteruskan ke pimpinan, terdapat 34 orang yang menjadi korban. Sebanyak 12 orang dinyatakan meninggal dunia (MD) dan sisanya luka berat dan ringan.
Dikatakannya, kejadian bermula ketika bus jenis Mercy ini datang dari arah Bukittinggi menuju Terminal Bukitsuruangan, Padangpanjang. Sesampainya di simpang MTsN tiba-tiba bus kehilangan fungsi rem, pengemudi berusaha mengendalikan kendaraannya hingga sampai di simpang terminal busur.
Namun ketika melewati simpang terminal dalam keadaan rem tidak tidak berfungsi. Bus tersebut oleng ke kiri dan menabrak pagar rumah warga yang berada di sisi kiri jalan. Akibat kejadian tersebut kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan dan penumpang beberapa meninggal dunia dan mengalami luka-luka.
Jamal mengaku proses evakuasi berlangsung cukup alot, karena terdapat sejumlah penumpang ditemukan dalam keadaan terjepit di dalam dan ada yang tertimpa badan bus. Beruntung banyaknya bantuan yang turun, sehingga proses evakuasi korban berhasil lebih kurang 3 jam setelah kejadian.
”Korban langsung dievakuasi ke RSUD dan RS Yarasi. Khusus korban meninggal, semuanya kita evakuasi ke RSUD dan yang mengalami luka-luka sebagian ke RS Yarsi. Evakuasi dilakukan bersama tim gabungan yang melibatkan di antaranya Basarnas, BNPB Kota, Dishub, Satpol PP dan melibatkan belasan ambulan dari rumah sakit, puskesmas dan Basarnas serta organisasi,” terang Jamal di Mapolres.
Akibat kecelakaan tunggal yang merenggut nyawa hingga belasan orang dan puluhan menderita luka berat serta ringan tersebut, akses jalur dua Jalan Prof Hamka, Kelurahan Bukitsurungan, di sekitar TKP hingga persimpangan Lampu Merah di Simpang Padang, Kelurahan Silaiangatas, ditutup total sampai pukul 14.00 WIB.
Bangkai bus yang sudah mengalami kerusakan sangat parah, berhasil ditarik mobil derek milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Padangpanjang. Selanjutnya bus langsung dievakuasi dan diamankan di Mapolres Padangpanjang.
”Saat ini masih dilakukan pendalaman dengan mengambil keterangan dari saksi-saksi. Pengemudi dan kernet serta bus, sudah kita amankan di Mapolres untuk kepentingan penyidikan. Demikian juga barang-barang milik korban, juga sudah kita amankan,” beber Jamal.
Akibat kejadian tersebut, Jamal mengatakan selain mengakibatkan 12 korban meninggal, satu luka berat dan 21 lainnya luka ringan, kecelakaan juga menimbulkan kerugian materil diperkirakan Rp 50 juta.
KRONOLOGI
1. Supir satu ambil alih kemudi usai istirahat makan di Bukittinggi.
2. Bus berhenti di Bintungan, dan terlihat roda belakang berasap karena panas
3. Turunan Simpang MTsN Gantiang, bus mulai kehilangan fungsi rem
4. Di Simpang Terminal Busur, bus terlihat oleng karena tidak bisa dikendalikan.
5. Memasuki jalur dua Jalan Prof Hamka, bus menghantam beton taman pembatas jalur.
6. Bus oleng dan terguling miring ke kiri, menghatam tembok pagar rumah warga
7. Supir terkapar di trotar setelah terlempar melalui kaca depan bus
8. Korban dievakuasi dan dilarikan ke RS menggunakan belasan ambulan yang terus berdatangan. (wrd/ram)
Editor : Juli Rambe