SUMUTPOS.CO- Jumlah jamaah di Kota Makkah Al Mukarramah terus bertambah seiring semakin dekatnya pelaksanaan ibadah haji pada Kamis 5 Juni atau Jumat 6 Juni 2025. Saat ini, hampir seluruh jamaah haji yang berasal dari berbagai negara mulai berkumpul.
Data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) per Kamis (22/5) pukul 10.00 waktu Arab Saudi mencatat, sebanyak 112.533 jamaah haji Indonesia telah berada di Makkah.
Dari jumlah itu, 83.569 orang datang dari Madinah (gelombang 1), dan 28.964 jamaah merupakan gelombang 2 yang terbang langsung dari Indonesia ke Jeddah.
Menghadapi situasi padat ini, Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Kabid Linjam) PPIH Arab Saudi, Harun Ar-Rasyid, mengingatkan pentingnya kewaspadaan diri dan disiplin mengikuti aturan di lapangan.
“Kepadatan jamaah di Makkah akan terus meningkat. Maka penting bagi jemaah untuk saling menjaga dan tidak bepergian sendiri, terutama lansia atau perempuan,” ujar Harun saat ditemui di Makkah, Kamis (22/5/2025).
Ia menekankan agar jamaah selalu bergerak berkelompok, minimal bersama dua hingga tiga orang, baik saat ke Masjidil Haram maupun di hotel.
“Kalau ke rooftop hotel untuk menjemur pakaian, atau naik lift, usahakan jangan sendirian. Selalu ajak teman, agar jika terjadi sesuatu, bisa segera ditangani,” imbuhnya.
Harun juga menyoroti banyaknya jamaah yang terpisah dari rombongan saat berada di Masjidil Haram. Jika itu terjadi, ia menyarankan jamaah tidak panik dan segera menuju titik temu terdekat.
“Kalau terpisah, carilah area depan Zam-Zam Tower atau sekitar WC3. Di sana ada pos petugas kita yang bisa membantu menunjukkan arah ke hotel,” ujarnya.
Terkait transportasi, Harun mendorong jamaah untuk menggunakan bus Salawat resmi yang telah disediakan pemerintah.
“Sudah ada tiga terminal utama: Syib Amir, Ajyad, dan Jabal Ka’bah. Gunakan itu. Jangan asal naik taksi jika tidak mendesak,” katanya.
Jika memang terpaksa harus menggunakan taksi, Harun mengingatkan agar tidak naik sendirian.
“Baik laki-laki maupun perempuan, sebaiknya naik taksi bersama pendamping. Untuk pasangan, suami masuk duluan, keluar belakangan. Istri turun dulu, baru suaminya, supaya aman,” ujarnya memberikan tips praktis.
Selain itu, ia juga mengimbau agar jemaah tidak membawa uang tunai dalam jumlah besar saat keluar hotel.
“Kalau membawa uang banyak, titipkan ke tempat aman di hotel. Bisa juga dikoordinasi oleh ketua rombongan atau kloter. Nanti bisa dikembalikan usai dari Muzdalifah,” ucapnya.
Harun juga mengimbau agar jamaah selalu membawa kartu nusuk. Dan usahakan kaitannya ditambah untuk kenyamanan di tengah terus bertambahnya jamaah haji ke Makkah. (jpc/ram)
Editor : Juli Rambe