Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Menteri PU Copot Enam Pejabat Eselon I

Juli Rambe • Jumat, 4 Juli 2025 | 21:20 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (Dok: jpc)
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (Dok: jpc)

 

SUMUTPOS.CO- Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo serius menjalankan instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk bersih-bersih internal. 

Dody mencopot enam pejabat eselon satu di lingkungan Kementerian PU untuk menekan adanya kebocoran anggaran.

Sejak awal Kementerian PU dibelit sejumlah kasus. Dari adanya pejabat yang mengumpulkan uang dari kepala balai untuk pesta pernikahan yang terbukti dengan ditangkapnya seorang kepala biro membaya ribuan dollar amerika, operasi tangkap tangan KPK di Balai Pelaksana Pembangunan Jalan Nasional (BPPJN) Wilayah I Sumut, hingga yang terbaru Kepala Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung ditetapkan tersangka korupsi di Kejati Babel.

Dody menegaskan bahwa Kementerian PU akan terus-menerus melakukan pembinaan secara kelembagaan, maupun secara sistem sebagai bagian dari upaya untuk mampu menurunkan kebocoran anggaran. 

Yang berarti adalah ICOR (Incremental Capital Output Ratio) Indonesia bisa tekan sampai di bawah 6 sesuai target besar dari Kementerian PU. 

"Selain menekan kebocoran anggaran, yang juga harus kita kejakan adalah mengefisiensikan belanja infrastruktur," paparnya.

ICOR ini sudah disorot sejak dahulu, dimulai dengan Almarhum Prof. Sumitro yang menginformasikan kepada semua bahwa ekonomi berbiaya tinggi dan pembangunan yang mahal merupakan suatu hal yang sangat-sangat tidak efektif bagi APBN.

"Kita harus perbaiki dari waktu ke waktu, meningkatkan efisiensinya, dan menekan kebocoran di sana-sini," paparnya.

Karena masalah-masalah ini di Sumatera Utara dan Bangka belitung, Kementerian PU telah menonaktifkan sementara para ASN yang sudah ditersangkakan. 

"Ada 5 orang dari Bangka belitung dan 1 orang di Sumatera Utara," tegasnya.

Tidak hanya menonaktifkan tersangka, tapi juga mengganti semua pejabat dua tingkat diatasnya. Semua itu semata-mata hanya ingin menjaga agar proses hukum ini berjalan dengan baik, berjalan dengan semestinya, tidak perlu ada lagi yang ditutupi. 

"Jadi, enam pejabat eselon satu dicopot, salah satunya dari Dirjen menjadi Irjen" ujarnya.

Pejabat eselon satu yang dicopot yakni, Sekretaris Jenderal (Sekjend) Zainal Fatah, Inspektur Jenderal (Irjen) Dadang Rukmana, Direktur Jenderal (Dirjen) Sumber Daya Air (SDA) Lilik Retno Cahyadiningsih, Dirjen Bina Konstruksi (BK) Abdul Muis, dan Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Canka Amprawati Suryadi Putri.

Dody lantas mengangkat Wida Nurfaida sebagai Sekretaris Jenderal, Maulidya Indah Junica yang sebelumnya menjabat sebagai Dirjen Prasarana Strategis sebagai Inspektur Jenderal, Dwi Purwantoro sebagai Dirjen SDA, Bisma Staniarto sebagai Dirjen PS, Boby Ali Azhari sebagai Dirjen BK, dan Apri Artoto sebagai Kepala BPSDM. 

"Saya akan meneruskan mutasi ini sampai kepala balai dan pejabat pembuat komitmen (PPK)," urainya.

Dengan mesin baru ini Dody berjanji akan berupaya bergerak lebih cepat. Dia menganalisa bahwa pada awalnya memang penyerapan anggaran akan sedikit menurun. 

"Namun, itu akan dikompensasi dengan kualitas pembangunan yang jauh lebih baik," terangnya. (jpc/ram)

 

Editor : Juli Rambe