Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Indonesia Tujuh Tahun Jadi Negara Paling Dermawan, 2 Juta Penduduk Terbebas dari Kemiskinan

Johan Panjaitan • Minggu, 21 September 2025 | 20:45 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. (kemenag)
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar. (kemenag)

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Indonesia kembali dinobatkan sebagai negara paling dermawan di dunia selama tujuh tahun berturut-turut (2018–2024). Budaya berbagi yang kuat, terutama di kalangan umat Islam, disebut telah berhasil mengentaskan sekitar dua juta orang dari kemiskinan.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat membuka kegiatan Zakat & Wakaf Funwalk di Jakarta, Minggu (21/9). Menurutnya, tradisi filantropi berbasis agama seperti zakat, wakaf, infak, dan sedekah memiliki dampak signifikan terhadap pengurangan angka kemiskinan ekstrem di Tanah Air.

“Untuk membebaskan sekitar dua juta lebih penduduk miskin mutlak—yang 90 persen di antaranya umat Islam—hanya dibutuhkan Rp20 triliun, jika pengelolaan zakat dan wakaf berjalan optimal,” ujar Nasaruddin.

Nasaruddin, yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, menekankan bahwa penguatan sistem pengelolaan zakat dan wakaf tidak hanya membantu masyarakat prasejahtera, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi umat dan mengurangi ketergantungan terhadap negara maupun sektor swasta.

Dana Zakat Terkumpul Capai Rp41 Triliun di 2025

Menag menyampaikan bahwa pada tahun 2025, dana zakat yang berhasil dihimpun telah mencapai sekitar Rp41 triliun, meski potensi nasionalnya diperkirakan bisa menyentuh angka Rp327 triliun.

“Hari ini kita membuktikan bahwa umat Islam senang berbagi. Agama apa pun mengajarkan hal itu, tetapi dalam Islam tersedia banyak instrumen seperti zakat, wakaf, infak, dan sedekah,” ucapnya.

Ia mencontohkan praktik pengelolaan wakaf di Kuwait, di mana setiap pembayaran zakat disisihkan lima persen untuk wakaf. Menurutnya, skema serupa dapat diterapkan di Indonesia dengan menyisipkan kontribusi wakaf tunai dalam pembayaran tagihan rutin seperti listrik, air, atau tol.

“Kalau praktik ini dilakukan, umat Islam akan memiliki dana tunai sangat besar dalam waktu singkat,” jelasnya.

Kegiatan Zakat & Wakaf (ZaWa) Funwalk 2025 diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama sebagai bagian dari rangkaian peringatan Blissful Mawlid 1447 H. Jalan santai ini diikuti 1.445 peserta yang menempuh rute dari Gedung Kemenag Thamrin – Halte Bundaran HI – dan kembali ke titik awal.

Kemenag berharap kegiatan ini mendorong kesadaran publik akan pentingnya pengelolaan dana keagamaan yang transparan dan produktif, serta memperkuat ekonomi umat dari akar rumput. (jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#berbagi #indonesia #Dinobatkan