Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Gubernur Riau, Abdul Wahid Jadi Salah Satu Gubernur Termuda di Indonesia, Ini Profilnya

Juli Rambe • Senin, 3 November 2025 | 22:45 WIB
KUNJUNG: Gubernur Riau Abdul Wahid saat kunjungan di Rokan Hulu, Minggu (9/3). (Humas Pemprov Riau)
KUNJUNG: Gubernur Riau Abdul Wahid saat kunjungan di Rokan Hulu, Minggu (9/3). (Humas Pemprov Riau)

 

SUMUT POS- Gubernur Riau Abdul Wahid dikabarkan terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Senin (3/11). Kabar terkait OTT yang menyasar Abdul Wahid dibenarkan oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto.

"Benar, salah satunya (Gubernur Riau Abdul Wahid)," kata Fitroh dikonfirmasi, Senin (3/11).

Selain Abdul Wahid, KPK mengamankan sembilan orang lainnya. Tim penindakan mengamankan total 10 orang dalam giat tangkap tangan tersebut.

"Sampai dengan saat ini ada sekitar sejumlah 10 orang yang diamankan dalam kegiatan tangkap tangan," ucap Budi.

Abdul Wahid merupakan politikus PKB. Pria yang karib disapa Cak Wahid, resmi dilantik sebagai Gubernur Riau periode 2025–2030 pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Ia menjadi salah satu gubernur termuda di Indonesia yang datang dari latar belakang pesantren dan keluarga sederhana.

Lahir di Desa Belaras, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, pada 21 November 1980, Abdul Wahid meniti perjalanan panjang dari pesisir menuju pucuk kepemimpinan daerah. 

Abdul Wahid menimba pendidikan di SD dan MTs Sei Simbar, Wahid melanjutkan ke Pondok Pesantren Ashhabul Yamin di Canduang, Sumatera Barat. Dari sanalah dasar nilai keislaman dan kepemimpinan mulai tertanam kuat.

Selepas menimba ilmu agama, Wahid melanjutkan kuliah di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau dan meraih gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S.Pd.I) pada 2004. Ia kemudian menempuh pendidikan pascasarjana dan memperoleh gelar Magister Sains (M.Si). 

Aktivitasnya di organisasi mahasiswa dan gerakan pemuda Nahdlatul Ulama (NU) membentuk dirinya menjadi pribadi yang vokal dan peduli pada isu-isu sosial.

Karier politik Abdul Wahid dimulai dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), partai yang menaunginya sejak awal. Ia terpilih menjadi anggota DPRD Provinsi Riau dua periode (2009–2019) dan kemudian melangkah ke tingkat nasional sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024.

Selama di parlemen, ia dikenal sebagai legislator muda yang lantang memperjuangkan kepentingan masyarakat pesisir dan petani kelapa.

Pada Pilkada Riau 2024, Wahid mencalonkan diri sebagai gubernur bersama pasangannya, S.F. Hariyanto. Pasangan ini unggul di sepuluh kabupaten/kota dan berhasil mengantarkan PKB untuk pertama kalinya memimpin Riau. 

Namun, kini kariernya terperosok setelah dikabarkan terjaring OTT KPK. Abdul Wahid tengah dalam pemeriksaan intensif tim penindakan KPK. (jpc/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#Profil Gubernur Riau Abdul Wahid #ott kpk