Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Redi, Santri Mesja Lamno, Dapat Perawatan Cepat Lewat Program JKN

Johan Panjaitan • Jumat, 14 November 2025 | 20:04 WIB
DIRAWAT: Redi Noverdi,  santri dari Yayasan Dayah Bahrul ‘Ulum Diniyah Islamiyah  Mesja Lamno, Aceh Jaya, mendapat pelayanan medis melalui progtram JKN segmen PBI-JK.
DIRAWAT: Redi Noverdi, santri dari Yayasan Dayah Bahrul ‘Ulum Diniyah Islamiyah Mesja Lamno, Aceh Jaya, mendapat pelayanan medis melalui progtram JKN segmen PBI-JK.

ACEH, Sumutpos.jawapos.com-Redi Noverdi (19), santri dari Yayasan Dayah Bahrul ‘Ulum Diniyah Islamiyah (BUDI) Mesja Lamno, Aceh Jaya, mengalami demam yang cukup mengganggu aktivitasnya di pesantren. Beruntung, sebagai peserta JKN segmen PBI-JK, Redi dapat segera mendapatkan perawatan medis tanpa harus pulang kampung atau membebani orangtuanya.

“Saya tiba-tiba sakit demam. Biasanya kalau sakit ringan, saya tidak pulang ke tempat asal, hanya berobat di puskesmas. Karena tidak ingin merepotkan orang tua, saya langsung berobat di pesantren. Selama dirawat pun saya tidak sendiri, selalu ditemani koordinator pesantren dan teman-teman yang datang menjenguk,” ujar Redi, Jumat (7/11/2025).

Redi menduga sakitnya muncul akibat kelelahan mengikuti sejumlah kegiatan luar pesantren, termasuk kegiatan takziah. Meski terbatas dalam penggunaan telepon genggam, ia tetap bisa memanfaatkan Program JKN dengan mudah. Cukup menunjukkan KTP atau Kartu Keluarga, Redi dapat langsung dilayani di puskesmas tanpa hambatan administratif.

“Saya belum punya handphone sendiri, jadi belum bisa pakai aplikasi Mobile JKN. Tapi waktu saya sakit, cukup membawa KTP atau KK, prosesnya sangat mudah dan cepat. Saya langsung dilayani tanpa harus mengurus banyak hal,” ungkapnya.

Selama perawatan, Redi merasakan pengalaman positif dari pelayanan tenaga medis. Dokter dan perawat yang ramah dan profesional membuatnya merasa nyaman dan tenang meski jauh dari orang tua.

“Dokternya menjelaskan kondisi saya dengan sabar dan mudah dipahami. Perawatnya rutin memeriksa dan memastikan saya nyaman selama dirawat. Saya merasa tenang karena ditangani tenaga medis yang peduli,” kata Redi.

Pengalaman ini menjadi pengingat bagi Redi bahwa kesehatan bisa berubah sewaktu-waktu, terutama bagi santri yang jauh dari keluarga. Ia menekankan pentingnya memiliki kepesertaan JKN aktif, agar saat dibutuhkan, layanan kesehatan bisa diakses dengan cepat.

“Bagi saya, sangat penting terdaftar dan aktif sebagai peserta JKN. Kita tidak pernah tahu kapan akan sakit, dan kalau sudah sakit, tentu butuh penanganan cepat. Saya berharap program JKN bisa terus berlanjut dan semakin baik, supaya makin banyak orang yang terbantu, terutama yang tinggal jauh dari rumah seperti saya,” pungkasnya. (rel/ila)

Editor : Johan Panjaitan
#jkn #medis #PBI-JK