MANADO-Nama Florencia Lolita Wibisono, kru pesawat Indonesia Air Transport (IAT) berdarah Tondano, Minahasa, tercatat dalam manifest pesawat ATR 42.500 rute Yogyakarta–Makassar yang dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026).
Pesawat tersebut membawa 11 orang, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang. Informasi ini disampaikan Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan.
“Jumlah penumpang pesawat sebanyak 11 orang, terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang,” ujar Sultan.
Florencia Lolita Wibisono, yang akrab disapa Olen, diketahui memiliki darah Tondano dari sang ibu yang berasal dari Kelurahan Taler, Kecamatan Tondano Timur, Kabupaten Minahasa. Kabar hilangnya kontak pesawat tersebut mengguncang keluarga dan kerabat di Sulawesi Utara, terlebih Olen disebut tengah mempersiapkan pernikahan dalam waktu dekat.
Berdasarkan laporan yang diterima Basarnas Makassar, pesawat diduga berada di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, dengan perkiraan koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur, di sekitar kawasan Leang-Leang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan langsung dikerahkan menuju lokasi. Upaya pencarian melibatkan berbagai unsur dan sarana pendukung, termasuk kendaraan operasional dan drone.
“Kami telah memberangkatkan tim pertama sebanyak lima personel untuk asesmen awal, kemudian disusul tim kedua berjumlah 15 orang bersama potensi SAR sekitar 40 personel,” jelas Sultan.
Sementara itu, suasana haru menyelimuti kediaman ibu Olen di Tondano Timur. Pada Sabtu malam, keluarga dan warga sekitar menggelar doa bersama untuk keselamatan seluruh kru dan penumpang pesawat.
Dukungan dan harapan juga mengalir deras melalui media sosial. Sahabat-sahabat dekat Olen terus menyuarakan doa dan keyakinan agar pesawat segera ditemukan dan seluruh penumpang dalam keadaan selamat.
“Cuma doa yang torang bisa beking. Cepat bakabar kalu so ada sinyal,” tulis salah satu sahabat Olen di Facebook, mencerminkan kegelisahan sekaligus harapan yang dirasakan banyak warga Sulawesi Utara.
Ungkapan doa serupa datang dari berbagai akun media sosial lainnya yang memohon mukjizat dan keselamatan bagi seluruh kru dan penumpang pesawat Indonesia Air Transport tersebut.
Diketahui, Olen merupakan anak bungsu dari empat bersaudara. Informasi terakhir menyebutkan, ibunda Olen dijadwalkan bertolak ke Makassar pada Minggu (18/1) sore untuk mengikuti perkembangan pencarian secara langsung.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung, dan publik menanti kabar terbaik dari upaya SAR gabungan di Sulawesi Selatan.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan