Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

MBG Tetap Bergulir Selama Ramadan, Pesantren Disasar Saat Waktu Berbuka

Johan Panjaitan • Jumat, 30 Januari 2026 | 07:00 WIB
Siswa menyantap distri MBG saat launching perdana di SD 015 Balikpapan. (KALTIM POS/SUMUT POS)
Siswa menyantap distri MBG saat launching perdana di SD 015 Balikpapan. (KALTIM POS/SUMUT POS)

JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com-Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama bulan suci Ramadan. Pelaksanaannya disertai penyesuaian menu dan waktu distribusi, agar selaras dengan ibadah puasa tanpa mengurangi kualitas gizi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa modifikasi hanya diterapkan di satuan pendidikan dengan mayoritas peserta didik Muslim yang menjalankan puasa. Sementara itu, pelaksanaan MBG di sekolah berbasis masyarakat non-Muslim, serta untuk ibu hamil dan balita, tetap berlangsung seperti hari biasa.

“Khusus di sekolah mayoritas umat Islam yang anak-anaknya berpuasa, menunya disesuaikan. Namun untuk sekolah non-Muslim, ibu hamil, dan balita, MBG tetap berjalan normal,” ujar Zulkifli Hasan usai memimpin rapat koordinasi di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (29/1).

Untuk siswa Muslim yang berpuasa, pemerintah menyiapkan menu MBG kering yang praktis dan tahan lama. Menu tersebut antara lain roti, telur rebus, dan pangan sejenis yang dapat dibawa pulang untuk dikonsumsi saat berbuka puasa.

Sementara itu, khusus di lingkungan pesantren, distribusi MBG akan digeser ke sore hari. Langkah ini diambil mengingat seluruh santri dan pengasuh menjalankan puasa, sehingga makanan dapat langsung disantap bersama saat waktu berbuka.

“Dengan pengaturan ini, menu MBG di pesantren bisa dikonsumsi secara optimal dan tetap bernilai gizi,” kata Zulkifli.

Dari sisi cakupan, Zulkifli menyebutkan bahwa jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terus bertambah dan kini telah mencapai 22.091 unit di seluruh Indonesia. Program MBG saat ini menyentuh sekitar 60 juta penerima manfaat.

Untuk mendukung operasional, Badan Gizi Nasional (BGN) diperkuat oleh sekitar 32 ribu pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Selain itu, tercatat sebanyak 924.424 tenaga kerja terlibat langsung di SPPG.

“Ini belum termasuk tenaga kerja di sektor pemasok bahan baku MBG,” ujarnya.

Dijamin Tahan hingga Waktu Berbuka

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengakui adanya kekhawatiran publik terkait ketahanan makanan hingga waktu berbuka puasa. Namun ia memastikan menu MBG selama Ramadan telah dirancang khusus agar aman, bergizi, dan tidak mudah basi.

“Menu seperti telur asin, telur rebus, telur pindang, susu, buah, kurma, abon, roti, hingga penganan lokal dipilih karena bisa bertahan sampai sore hari,” jelas Dadan.

Ia juga menegaskan bahwa SPPG tidak akan menyajikan makanan dengan proses ultraolahan (ultraprocessing). Meski memiliki daya simpan lebih lama, jenis makanan tersebut dinilai berisiko tidak memenuhi standar gizi MBG.

“Prinsipnya, MBG tetap sehat, aman, dan bergizi meskipun dikonsumsi saat berbuka,” pungkasnya.(jpg/han)

Editor : Johan Panjaitan
#ibadah puasa #kualitas #Makan Bergizi Gratis #pesantren #ramadan #gizi