Nasional Metropolis Kesehatan Sumatera Utara Wisata & Kuliner Society Internasional Ekonomi

Anak SD di NTT yang Bunuh Diri Ucapkan Selamat Tinggal untuk Mamanya di Surat

Juli Rambe • Rabu, 4 Februari 2026 | 18:52 WIB
Isi surat anak usia 10 tahun di NTT. (Dok: istimewa)
Isi surat anak usia 10 tahun di NTT. (Dok: istimewa)

 

SUMUT POS- Seorang anak berinisial YBR (10) di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengakhiri hidupnya lantaran tidak sanggup untuk membeli peralatan sekolah. Peristiwa ini terjadi di kebun milik neneknya di Kecamatan Jerebuu pada Kamis (29/1/2026).

Anak laki-laki itu ditemukan gantung diri pada pohon cengkih dengan tinggi tinggi sekitar 15 meter, di kebun milik neneknya yang hanya berjarak tiga meter dari pondok tempat tinggalnya.

Korban diketahui tinggal bersama neneknya, sedangkan ibunya tinggal di desa tetangga bersama saudara korban.

Pada malam sebelum kejadian, korban menginap di rumah ibunya untuk meminta uang yang akan dibelikan alat tulis. Namun, kondisi ekonomi keluarga tersebut tidak dapat memenuhi permintaan YBR.

Sekitar 10 tahun yang lalu, ayah korban berpisah dari mereka. Sejak saat itu, ibu YBR menjadi orang tua tunggal yang berusaha menghidupi lima orang anak.

Saat peristiwa tragis tersebut, nenek korban tidak ada di pondok semalaman karena membantu tetangga untuk memecahkan kemiri.

Korban ditemukan oleh warga sekitar yang sedang mengikat ternaknya di kebun milik nenek YBR.

Setelah kejadian itu, polisi datang untuk mengevakuasi. Nahasnya korban sudah tidak dapat diselamatkan.

Saat mengevakuasi, polisi menemukan selembar surat tulisan tangan YBR yang menggunakan bahasa daerah Bajawa.

Pada baris awal, korban menyebut ibunya pelit. Selebihnya mengungkapkan kalimat perpisahan yang ditujukan pada ibunya.

Berikut isi surat YBR kepada ibunya:

Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk mama Reti)

Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)

Mama molo Ja'o Galo mata Mae Rita ee Mama (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)

Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne'e gae ngao ee (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee)

Molo Mama (Selamat tinggal mama)

Kepala Seksi (Kasi) Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, membenarkan surat itu ditulis korban.

"Surat itu betul, petugas turun ke TKP temukan surat itu, anak itu yang tulis," kata Benediktus melalui sambungan telepon, Selasa (3/2/2026).

Belum diketahui penyebab kekecewaan YBR terhadap ibunya. Beredar kabar bawah korban kecewa karena tak dibelikan buku tulis oleh ibunya. Benediktus belum bisa mengonfirmasinya.

"Masih pendalaman," ujarnya.

Kisah anak SD ini menjadi viral di media sosial dan menjadi sorotan bagi para pejabat. (jpg/ram)

 

Editor : Juli Rambe
#Anak SD di NTT #Isi surat anak sd #Isi surat anak sd yang bunuh diri #anak sd bunuh diri