MALANG,Sumutpos.jawapos.com-Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menekan biaya haji melalui pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi. Proyek strategis itu mulai digarap dengan target awal pembangunan 1.000 kamar pada 2026, sebagai langkah awal menuju pengurangan biaya haji dalam tiga tahun ke depan.
Pernyataan tersebut disampaikan Ia tiba sekitar pukul 06.45 WIB dan disambut antusias ribuan jemaah yang memenuhi area stadion.
Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Ketua MPR Ahmad Muzani, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Agama Nasaruddin Umar, serta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Di bawah terik matahari, Prabowo menyampaikan pidato hampir setengah jam. Sorak dukungan “Prabowo NU” beberapa kali menggema dari para jemaah.
Dalam sambutannya, Prabowo mengungkapkan bahwa Indonesia mendapat kehormatan khusus dari Kerajaan Arab Saudi. Untuk pertama kalinya, Indonesia diberikan kesempatan memiliki lahan sendiri di Makkah yang akan dijadikan kawasan khusus jemaah haji.
“Mereka sampai mengubah undang-undang sebagai bentuk penghormatan kepada bangsa Indonesia. Setelah itu, banyak negara lain ikut menginginkan hal serupa,” ujar Prabowo.
Ia menegaskan, pembangunan Kampung Haji ditargetkan rampung dalam waktu sekitar tiga tahun. Dengan fasilitas tersebut, jemaah Indonesia tidak lagi bergantung pada hotel sewaan, sehingga biaya haji dapat ditekan secara signifikan.
“Nanti jemaah mendapatkan hunian yang layak dengan pelayanan terbaik. Saya bertekad menurunkan biaya haji untuk rakyat Indonesia,” tegasnya.
Pada tahap awal, sekitar 1.000 kamar akan dibangun pada 2026 dan jumlahnya akan terus bertambah secara bertahap.
Selain menyinggung proyek besar tersebut, Prabowo juga mengajak seluruh pemimpin bangsa untuk menjaga persatuan. Ia menekankan bahwa perbedaan pendapat adalah hal wajar, namun persatuan harus tetap menjadi prioritas utama.
“Tidak ada bangsa yang maju jika pemimpinnya terpecah. Boleh berdebat, tapi setelah itu harus bersatu dan rukun,” tandasnya.
Progres Nyata Kampung Haji
Pembangunan Kampung Haji di Makkah menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Prabowo. Proyek ini melibatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara bersama sejumlah kementerian dan lembaga teknis.
Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, melaporkan bahwa pemerintah telah memulai langkah konkret dengan membeli satu hotel di kawasan Thakher, Makkah. Hotel tersebut memiliki kapasitas 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara.
Tak hanya itu, pemerintah juga telah mengakuisisi lahan seluas lima hektare yang berada tepat di depan hotel tersebut. Di atas lahan itu akan dibangun kawasan terpadu berupa 13 tower tambahan serta satu pusat perbelanjaan.
Akses menuju Masjidilharam pun akan semakin mudah. Saat ini, pembangunan Jembatan Al-Hujun tengah berlangsung dan ditargetkan rampung tahun ini.
Hotel yang sudah dibeli diperkirakan mampu menampung sekitar 4.383 jemaah haji. Jika 13 tower tambahan selesai dibangun, total kamar akan mencapai sekitar 6.025 unit dengan daya tampung lebih dari 23 ribu jemaah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan, Indonesia mendapat keistimewaan untuk memilih langsung lokasi kawasan tersebut.
“Lokasinya sangat strategis, hanya sekitar 500 meter dari Masjidilharam,” jelasnya.
Di kawasan Kampung Haji nantinya akan dibangun berbagai fasilitas penunjang, mulai dari hotel, pusat kuliner, mal, hingga klinik kesehatan, agar jemaah merasa lebih nyaman dan terlayani dengan baik.
Selain untuk jemaah haji, kawasan ini juga dapat dimanfaatkan oleh jemaah umrah. Setiap tahun, jumlah jemaah umrah asal Indonesia mencapai sekitar 1,8 juta orang.
Pemerintah menargetkan tarif hunian di kawasan tersebut bisa ditekan semurah mungkin karena tujuan utamanya adalah mengurangi beban biaya haji.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah bernegosiasi untuk menambah jumlah penerbangan dari Indonesia ke Arab Saudi. Jika frekuensi penerbangan meningkat, durasi tinggal jemaah di Saudi dapat dipangkas.
“Saat ini jemaah kita rata-rata tinggal 41 hari. Kita berharap bisa ditekan mendekati Malaysia yang sekitar 31 hari,” ujar Prasetyo.
Dengan pembangunan Kampung Haji yang terus berjalan, pemerintah berharap ke depan jemaah Indonesia bisa mendapatkan fasilitas yang lebih layak, akses yang lebih dekat ke Masjidilharam, serta biaya haji yang jauh lebih terjangkau.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan