JAKARTA, Sumutpos.jawapos.com – Demam tukar uang baru jelang Lebaran 2026 benar-benar meledak! Bank Indonesia mencatat jumlah penukar rupiah sudah tembus 1,07 juta orang—melonjak drastis hingga 85 persen dibanding tahun lalu.
Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Muh Anwar Bashori, mengungkapkan total penukar mencapai 1.076.282 orang. Angka ini naik tajam dari tahun sebelumnya yang hanya sekitar 580 ribu orang.
“Minat masyarakat tahun ini luar biasa tinggi,” ujarnya.
Uang Pecahan Jadi Buruan, Tradisi Lebaran Tetap Kuat
Lonjakan ini dipicu tingginya kebutuhan uang pecahan kecil untuk tradisi bagi-bagi THR, salam tempel, hingga kebutuhan transaksi selama Ramadan dan Lebaran.
Baca Juga: Sedotan Tidak hanya Menambah Sampah, tapi bisa juga Bikin Wajah Keriput
Alhasil, layanan penukaran uang di berbagai titik pun diserbu warga. Banyak yang rela antre demi mendapatkan uang baru yang masih “crispy”.
BI Tambah Layanan Besar-besaran
Untuk mengantisipasi ledakan permintaan, BI langsung tancap gas. Jumlah titik penukaran diperbanyak dari 5.202 lokasi menjadi 9.294 lokasi di seluruh Indonesia.
Tak hanya itu, ada juga layanan khusus “SERAMBI Peduli Mudik” di 55 titik strategis seperti bandara, stasiun, terminal, hingga rest area. Total kuotanya mencapai 11.900 paket penukaran.
Tenang, Stok Uang Dijamin Aman
Meski diserbu jutaan warga, BI memastikan stok uang rupiah tetap aman dan cukup. Layanan kas keliling, bank, hingga titik resmi lainnya terus dioptimalkan agar masyarakat bisa menukar uang dengan mudah dan nyaman.(jpg/han)
Editor : Johan Panjaitan